
BOGORTODAY.COM – Bit dikenal sebagai sayuran akar yang tinggi nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan. Meskipun sering disebut “buah bit”, tanaman berwarna merah keunguan ini sebenarnya termasuk dalam golongan umbi-umbian.
Sayuran ini populer karena warnanya yang mencolok serta kandungan gizinya yang kaya, seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral.
Bit juga mengandung betanin (pigmen merah alami), inorganic nitrate (yang diubah tubuh menjadi nitric oxide untuk memperlancar aliran darah), dan vulgaxanthin, pigmen kuning-oranye yang ditemukan pada bit kuning dan oranye.
Meski menawarkan banyak manfaat, konsumsi bit mentah tidak sepenuhnya aman bagi semua orang.
Dalam beberapa kasus, makan bit mentah dapat menimbulkan efek samping, mulai dari yang ringan hingga cukup serius.
- Urine dan feses berwarna merah
Salah satu efek samping paling umum setelah makan bit mentah adalah bituria, yakni perubahan warna urine dan feses menjadi kemerahan.
Kondisi ini terjadi karena pigmen merah pada bit tidak sepenuhnya terurai di saluran pencernaan. Sisa pigmen kemudian dikeluarkan melalui urine dan feses.
Meski terlihat mengkhawatirkan, bituria sebenarnya tidak berbahaya dan bersifat sementara.
Menurut Very Well Health, bituria lebih sering terjadi pada orang dengan keasaman lambung tinggi, gangguan penyerapan zat gizi, kekurangan zat besi, atau konsumsi makanan tinggi oksalat seperti bayam dan cokelat.
- Gangguan pencernaan
Bit mengandung karbohidrat rantai pendek (FODMAP) yang sulit dicerna dan difermentasi oleh bakteri usus besar.
Kondisi ini bisa menyebabkan kembung, nyeri atau kram perut, mual, diare, atau sembelit — terutama pada orang dengan sistem pencernaan sensitif.
- Tekanan darah rendah
Bit sering dikonsumsi untuk membantu menurunkan tekanan darah karena kandungan nitratnya yang tinggi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















