Presiden Mahasiswa ITB Dewantara Desak Penindakan Tambang Ilegal, Peringatkan Risiko Bencana di Bogor Barat

Presiden Mahasisw
Presiden Mahasiswa Institut Teknologi Bogor (ITB) Dewantara, Muhammad Raihan Fauzi

BOGORTODAY.COM Presiden Mahasiswa Institut Teknologi Bogor (ITB) Dewantara, Muhammad Raihan Fauzi, menyampaikan belasungkawa atas rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menilai, bencana tersebut bukan sekadar peristiwa alam, melainkan cerminan dari kerusakan ekologis yang terjadi secara sistemik.

Raihan menegaskan, pola kerusakan lingkungan yang memicu bencana di Sumatera kini menunjukkan gejala serupa di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya Bogor Barat.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Menurut dia, banjir bandang di Aceh Tenggara, longsor di Sumatera Utara, serta galodo di Sumatera Barat merupakan dampak langsung dari eksploitasi alam yang tidak terkendali.

“Duka saudara kita di Sumatera adalah akibat nyata dari hutan yang dikuliti dan gunung yang dikeruk. Ketika fungsi lindung kalah oleh syahwat eksploitasi, alam akan mencari jalannya sendiri untuk ‘menyapa’ manusia melalui bencana,” ujar Raihan dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga memberikan peringatan keras terkait kondisi lingkungan di Bogor Barat. Maraknya pembukaan lahan tanpa kendali serta aktivitas tambang ilegal dinilai telah menempatkan ribuan warga dalam ancaman bencana serius.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

“Apa yang terjadi di Sumatera adalah ‘trailer’ bagi Bogor Barat. Tambang ilegal yang merobek perut bumi dan pembukaan lahan tanpa kajian telah menelanjangi perbukitan. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin Bogor Barat akan mengalami banjir bandang dan longsor dengan skala yang lebih mengerikan,” katanya.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================