Ardon Jashari Mulai Menikmati Peran, Banyak Belajar dari Modric dan Rabiot

Langkah kecil, pelajaran besar. Ardon Jashari mulai mencicipi atmosfer San Siro dan dua maestro tengah menjadi gurunya langsung. (Foto: bola.net)

BOGORTODAY.COM – Musim panas lalu menjadi langkah besar dalam karier Ardon Jashari. Usai proses negosiasi yang cukup panjang, gelandang muda itu akhirnya resmi mendarat di San Siro dengan mahar sekitar 36 juta euro dari Club Brugge. Milan melihatnya sebagai investasi jangka panjang di lini tengah.

Namun perjalanan awalnya tidak langsung mulus. Cedera fibula saat latihan membuat Jashari harus menepi lebih dari dua bulan dan kehilangan momen penting di awal musim. Persaingan di lini tengah Milan pun terbilang ketat, membuat langkah adaptasinya perlu lebih sabar.

Kini setelah kembali bugar, Jashari mulai merasakan ritme kompetitif Rossoneri. Empat penampilan dan total 196 menit sejauh ini mungkin belum banyak, tetapi cukup untuk membuka matanya terhadap tuntutan bermain di salah satu klub terbesar di Eropa.

BACA JUGA :  Inggris Tantang Kroasia di Piala Dunia 2026, Adu Generasi Muda dan Pengalaman Jadi Sorotan

Belajar Langsung dari Luka Modric

Kedatangan Luka Modric pada musim panas lalu menghadirkan figur pemimpin dan sumber ilmu baru bagi skuat Milan. Bagi Jashari, berbagi posisi dengan peraih Ballon d’Or itu merupakan kesempatan belajar yang hampir mustahil ditolak.

Menurutnya, keunggulan Modric bukan sekadar pada sentuhan atau teknik bermain, tetapi juga kepribadian dan kedewasaan di ruang ganti. Karakter itulah yang mempercepat proses adaptasi dan membangun rasa percaya diri pemain muda.

“Bermain bersamanya luar biasa bagi semua orang, bukan hanya saya. Saya bermain di posisi yang sama dan bisa belajar banyak keterampilan teknisnya luar biasa, tapi kepribadiannya juga fantastis,” ujar Jashari kepada Gazzetta dello Sport.

Dampak Adrien Rabiot di Ruang Tengah Milan

Selain Modric, Milan juga kedatangan Adrien Rabiot pada musim panas yang sama. Kehadiran gelandang Prancis itu memberi stabilitas sekaligus ketenangan dalam permainan Milan.

BACA JUGA :  Lionel Messi Cetak Sejarah Baru, Jadi Pemain Pertama Tampil di Enam Edisi Piala Dunia

Jashari melihat Rabiot sebagai contoh nyata seorang gelandang komplet mampu membaca permainan, membuat keputusan cepat, serta menjaga kontrol di situasi sulit. Bagi pemain 23 tahun itu, berada di sekitar pemain top mempercepat perkembangan tanpa perlu meniru secara buta.

“Anda tidak bisa menirunya karena setiap pemain punya kualitas dan karakteristik berbeda. Tapi Anda bisa belajar dari juara seperti dirinya dan Modric, lalu menjadi lebih komplet,” ucapnya.

Dengan proses adaptasi yang berjalan bertahap dan dukungan pemain senior, Jashari kini mulai memantapkan pijakan. Milan memberikan panggung, dan ia tinggal menunjukkan bahwa harga mahal yang melekat padanya adalah investasi yang layak ditunggu.

(MG6)

Editor : Alif Luqman

Sumber : bola.net

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================