BOGORTODAY.COM – Tak terasa, kita kembali memasuki awal tahun. Bagi banyak orang, pergantian tahun menjadi momen refleksi sekaligus perayaan yang identik dengan kumpul keluarga, pesta, hingga kembang api.
Namun, tahukah Anda bahwa tradisi menyambut tahun baru telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu?
Catatan sejarah menunjukkan bahwa perayaan tahun baru sudah dikenal sejak sekitar 2000 SM di Mesopotamia.
Kala itu, masyarakat Babilonia merayakan tahun baru yang disebut Akitu, yang dimulai dengan datangnya bulan baru setelah ekuinoks musim semi.
Sementara itu, bangsa Assyria menetapkan awal tahun pada bulan baru yang paling dekat dengan ekuinoks musim gugur, sekitar pertengahan September.
Perbedaan Awal Tahun di Berbagai Peradaban
Konsep awal tahun tidak seragam di berbagai peradaban kuno. Bangsa Mesir dan Fenisia memulai tahun mereka pada saat ekuinoks musim gugur, yakni sekitar 21 September. Berbeda dengan bangsa Persia kuno yang menandai tahun baru pada ekuinoks musim semi, sekitar 21 Maret.
Sementara itu, masyarakat Yunani kuno mengawali tahun pada titik balik matahari musim dingin atau sekitar 21 Desember. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pergantian tahun sangat dipengaruhi oleh fenomena alam dan sistem kepercayaan masing-masing peradaban.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















