
BOGORTODAY.COM – Aksi pencopotan papan nama Pangeran Sake yang tertera di sebuah ruko di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat. Tindakan yang dilakukan sejumlah warga secara mandiri itu dinilai tepat karena dianggap tidak etis menggunakan nama ulama besar sebagai penanda bangunan komersial.
Kiai Amung, tokoh masyarakat Citeureup, menegaskan penolakannya terhadap penggunaan nama tokoh Islam tersebut untuk ruko.
“Tepat sekali. Karena tidak etis atau tidak pantas nama embah Pangeran Sake dibuat nama ruko,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga tengah menurunkan papan nama yang bertuliskan nama Pangeran Sake dari sebuah ruko. Aksi spontan tersebut menggambarkan ketidaksetujuan masyarakat terhadap keputusan pemberian nama yang dianggap kurang menghormati sosok yang dipandang sebagai waliyullah.
Kiai Amung meyakini bahwa keluarga dan keturunan Pangeran Sake, termasuk Raden Haji Siti Ruqoyah, tidak akan menyetujui penggunaan nama leluhur mereka untuk kepentingan komersial.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















