BOGORTODAY.COM – Jahe telah lama dikenal sebagai rempah yang kaya manfaat bagi kesehatan. Kerap diolah menjadi minuman hangat, air jahe dipercaya mampu membantu meredakan batuk, pilek, hingga menghangatkan tubuh.
Khasiat tersebut berasal dari kandungan antioksidan, terutama gingerol dan shogaol, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri.
Meski menawarkan beragam manfaat, konsumsi air jahe ternyata tidak cocok untuk semua orang.
Pada kondisi kesehatan tertentu, minum air jahe justru berpotensi menimbulkan efek samping yang merugikan.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi air jahe.
Kelompok Orang yang Tidak Dianjurkan Minum Air Jahe
Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak dianjurkan minum air jahe karena dapat memicu masalah kesehatan.
- Orang dengan Kelainan Darah
Penderita gangguan pembekuan darah seperti hemofilia sebaiknya menghindari air jahe. Jahe memiliki sifat antikoagulan ringan yang dapat menghambat proses pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan.
Selain itu, air jahe tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin. Kombinasi ini dapat memperkuat efek obat dan berisiko menyebabkan pendarahan atau memar berlebihan.
- Orang dengan Masalah Gula Darah
Air jahe diketahui mampu menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, orang dengan hipoglikemia atau kadar gula darah rendah perlu berhati-hati. Hal yang sama juga berlaku bagi penderita diabetes yang rutin menggunakan insulin.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















