Puasa Qadha Ramadan: Batas Waktu, Hukum, dan Golongan yang Wajib Menggantinya

Puasa
Ilustrasi Puasa. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Puasa qadha adalah puasa pengganti bagi hari-hari puasa Ramadan yang terlewat karena alasan yang dibolehkan syariat.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam yang masih memiliki utang puasa dianjurkan untuk segera menunaikannya. Pasalnya, puasa qadha memiliki batas waktu tertentu yang tidak boleh dilalaikan tanpa uzur yang sah.

Beberapa umat Islam tidak dapat berpuasa secara penuh di bulan Ramadan karena uzur syar’i, seperti perempuan yang mengalami haid atau nifas, perempuan hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kondisi dirinya atau janin, orang sakit, maupun musafir. Mereka yang meninggalkan puasa karena alasan tersebut wajib menggantinya di hari lain.

BACA JUGA :  SpongeBob SquarePants Hadir dengan Musim Ke-17, Petualangan di Bikini Bottom Berlanjut pada 2026

Dalil Kewajiban Puasa Qadha

Kewajiban mengganti puasa ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…”

Batas Akhir Puasa Ganti Ramadan

Batas waktu mengganti utang puasa Ramadan dimulai setelah Ramadan berakhir hingga akhir bulan Syaban, sebelum masuk Ramadan berikutnya.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Hal ini dijelaskan dalam buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH Muhammad Habibillah dan diperkuat oleh hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA:

“Terkadang ada tunggakan puasa Ramadan atasku, maka aku tidak dapat menggantinya kecuali pada bulan Syaban lantaran sibuk melayani Rasulullah SAW.”

Puasa qadha boleh dilakukan berturut-turut maupun terpisah, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak ada ketentuan syariat yang mewajibkan qadha dilakukan secara berurutan.

Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk menyegerakan qadha puasa, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu’minun ayat 61:

اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================