BOGORTODAY.COM – Berbohong merupakan perbuatan tercela yang dilarang dalam Islam. Allah SWT dan Rasul-Nya sangat membenci sifat dusta karena ia merusak keimanan, menghancurkan kepercayaan, serta menjerumuskan pelakunya ke dalam dosa besar.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 105:
إِنَّمَا يَفْتَرِى ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ
Artinya: “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kebohongan sangat berkaitan dengan lemahnya iman. Bahkan, Rasulullah SAW menjadikan dusta sebagai salah satu tanda kemunafikan. Dalam hadits riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, Rasulullah SAW bersabda:
“Tanda orang munafik ada tiga: berkata bohong, ingkar janji, dan mengkhianati amanah.”
Hadits ini menegaskan bahwa kebohongan bukanlah perkara sepele, melainkan ciri akhlak yang sangat tercela.
Berbohong dan Pengaruhnya terhadap Puasa
Ketika menjalankan ibadah puasa, seorang Muslim tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku dari segala bentuk dosa, termasuk berbohong.
Menurut M. Quraish Shihab dalam bukunya, berbohong tidak membatalkan puasa secara hukum fikih, tetapi dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Artinya, puasa tetap sah, namun nilai spiritualnya berkurang akibat dosa yang dilakukan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Hati-hatilah kalian dari berdusta, karena dusta itu menjerumuskan ke dalam perbuatan keji, dan perbuatan yang keji itu akan memasukkannya ke dalam neraka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















