Pengamat : Bawaslu-KPU Dinilai Bebani Keuangan Negara

Bawaslu
Pengamat kebijakan publik, Yusfitriadi. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai menjadi beban keuangan negara yang tidak produktif. Selama tiga tahun tanpa agenda pemilu, 2025 hingga 2027, kedua lembaga itu tetap menyerap anggaran negara untuk menggaji seluruh jajaran komisioner hingga tingkat kabupaten/kota, tanpa ada tugas pokok yang dijalankan.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Ungkap Alasan Hentikan Nafkah untuk Sarwendah Selama 6 Bulan

Pengamat kebijakan publik Yusfitriadi menegaskan, kondisi ini mencerminkan lemahnya desain kelembagaan penyelenggara pemilu yang tidak memiliki mekanisme efisiensi di luar siklus elektoral.

“Ini bukan anggaran yang kecil untuk menggaji struktur penyelenggaraan pemilu yang tidak ada pemilunya,” kata Yusfitriadi, Kamis (12/3/2026).

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

Ia juga mengkritik program-program Bawaslu yang dinilainya sebagai pembenaran di tengah ketiadaan tugas, seperti kegiatan mengajar ke kampus-kampus lengkap dengan juri. Program semacam itu, menurutnya, justru menambah pemborosan anggaran.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================