Kisah Al-Ushairim: Masuk Islam di Detik Terakhir, Namun Dijamin Surga

Al-Ushairim
Kisah Al-Ushairim: Masuk Islam di Detik Terakhir, Namun Dijamin Surga. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM Salat dikenal sebagai tiang agama dalam Islam dan menjadi amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Namun, dalam perjalanan sejarah Islam, terdapat sebuah kisah luar biasa tentang seorang pria yang justru dijamin masuk surga oleh Nabi Muhammad SAW, meskipun ia belum pernah melaksanakan salat seumur hidupnya.

Sosok tersebut adalah Amr bin Tsabit bin Waqsy, yang lebih dikenal dengan julukan Al-Ushairim. Kisahnya terjadi dalam peristiwa besar Perang Uhud dan menjadi pelajaran mendalam tentang luasnya rahmat Allah SWT.

Hidayah yang Datang di Saat Terakhir

Al-Ushairim sebelumnya dikenal sebagai orang yang berkali-kali menolak ajakan untuk memeluk Islam. Meski demikian, takdir berkata lain. Menjelang Perang Uhud, ia tiba-tiba tersentuh hidayah dan memutuskan untuk beriman.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

Saat itu, ia mencari keberadaan kaumnya—termasuk Sa’ad bin Mu’adz—dan mengetahui bahwa mereka semua telah berada di Uhud bersama Rasulullah SAW. Tanpa ragu, ia pun menyusul ke medan perang setelah menyatakan keislamannya.

Membuktikan Iman di Medan Perang

Setibanya di Uhud, Al-Ushairim langsung bergabung dengan pasukan kaum muslimin. Ketika sebagian orang masih meragukannya, ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya telah beriman.

BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

Tanpa menunggu lama, ia terjun ke dalam pertempuran dan berjuang dengan penuh keberanian. Ia bertarung hingga mengalami luka parah, bahkan hampir tak dikenali oleh pasukan lainnya karena kondisinya yang kritis.

Pengakuan Terakhir yang Mengantarkannya ke Surga

Setelah pertempuran usai, keluarga dari Bani Abdul Asyhal menemukan Al-Ushairim dalam keadaan terluka berat. Mereka terkejut karena sebelumnya ia dikenal sebagai penolak Islam.

Ketika ditanya apa yang mendorongnya ikut berperang, ia menjawab bahwa semua itu dilakukan karena kecintaannya kepada Islam, bukan semata-mata karena membela kaumnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================