Lempar Jumrah: Makna, Sejarah, dan Tata Cara dalam Ibadah Haji

Lempar Jumrah
Ilustrasi Makkah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian utama dalam pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan di kawasan Mina. Setiap tahunnya, jutaan jemaah berkumpul untuk menjalankan ritual ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus penguatan iman.

Ibadah ini bukan hanya sekadar aktivitas melempar kerikil, tetapi mengandung nilai spiritual yang dalam. Melalui prosesi ini, jemaah diajak untuk melawan godaan dan memperkuat keteguhan hati dalam menjalani kehidupan.

Makna Spiritual Lempar Jumrah

Secara simbolis, ritual lempar jumrah menggambarkan perlawanan manusia terhadap godaan setan. Setiap batu kerikil yang dilempar menjadi lambang penolakan terhadap segala bentuk bisikan yang menjauhkan manusia dari kebenaran.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Selain itu, ibadah ini juga mengajarkan nilai kesabaran, keikhlasan, serta konsistensi dalam menjalankan perintah Allah SWT. Hal ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter spiritual seorang Muslim, terutama dalam momentum ibadah haji.

Sejarah Lempar Jumrah

Ritual ini berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS yang menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa tersebut merupakan ujian besar keimanan yang menunjukkan tingkat kepatuhan luar biasa.

Dalam perjalanan melaksanakan perintah tersebut, Nabi Ibrahim digoda oleh setan agar mengurungkan niatnya. Namun, beliau tetap teguh dan menolak godaan tersebut dengan melemparkan batu kerikil, yang kemudian menjadi simbol Jumrah Sughra.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Godaan tidak berhenti di Nabi Ibrahim. Setan kemudian mendatangi Siti Hajar dengan tujuan menggoyahkan hatinya sebagai seorang ibu. Namun, beliau juga tetap teguh dan melawan godaan tersebut, yang kemudian menjadi simbol Jumrah Wustha.

Selanjutnya, Nabi Ismail AS juga diuji dengan godaan serupa, tetapi beliau menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa. Pada akhirnya, ketiganya bersama-sama menolak godaan tersebut, yang menjadi dasar simbolik Jumrah Aqabah.

Dari peristiwa ini dapat dipahami bahwa lempar jumrah bukan sekadar ritual fisik, tetapi refleksi perjuangan manusia dalam menghadapi godaan dan mempertahankan keimanan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================