
BOGORTODAY.COM – Panjangnya rantai distribusi dari produsen hingga pengecer menjadi salah satu biang kerok kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bogor. Akibatnya, harga jual di tingkat pedagang melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely Kamelia, mengatakan kelangkaan ini juga diperparah oleh keterlambatan pengiriman dari produsen serta kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global.
“Kondisi ini dipicu oleh tersendatnya distribusi pada jalur pasok yang sama untuk wilayah Bogor Raya,” ujar Mely, Rabu (22/4/2026).
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















