BOGORTODAY.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh level Rp17.400 menuai berbagai tanggapan.
Sejumlah pihak mengaitkan kondisi tersebut dengan ketahanan fiskal Indonesia, khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons berbeda terhadap anggapan tersebut.
Dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, ia menyebut bahwa isu pelemahan rupiah kerap dikaitkan dengan kondisi fiskal yang dianggap melemah.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa persoalan nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, sehingga pihaknya tidak akan memberikan penilaian lebih jauh terkait hal tersebut.
Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas fiskal dan memastikan APBN tetap berada dalam jalur yang telah direncanakan.
Ketahanan Energi Jadi Kekuatan Indonesia
Di tengah dinamika global, pemerintah menilai Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat, terutama dari sisi ketahanan energi. Bahkan, Indonesia disebut berada di posisi unggul dibanding sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, Cina, hingga Australia.
Kondisi ini dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi potensi krisis global, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















