Rupiah Melemah, Pemerintah Tegaskan APBN Tetap Terkendali

Defisit APBN Masih Aman

Dari sisi fiskal, pemerintah memastikan defisit APBN tetap terkendali. Hingga saat ini, defisit tercatat sebesar Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 3 persen yang telah ditetapkan dalam kebijakan fiskal.

Pemerintah juga mengingatkan agar angka defisit tersebut tidak disederhanakan dengan proyeksi tahunan secara linear, mengingat pola pendapatan dan belanja negara memiliki siklus yang berbeda sepanjang tahun.

BACA JUGA :  Pemerintah Siapkan Lahan Kota Satelit Baru, Setiap Kawasan Minimal Seluas 200 Hektare

Kinerja APBN Tunjukkan Tren Positif

Kinerja APBN hingga Maret 2026 menunjukkan tren yang cukup ekspansif. Pendapatan negara tercatat tumbuh sekitar 10 persen secara tahunan menjadi Rp574,9 triliun. Sementara itu, penerimaan perpajakan meningkat 14 persen menjadi Rp462 triliun.

Lebih rinci, penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun atau tumbuh lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih berjalan cukup baik di tengah tekanan global.

BACA JUGA :  Jaring Angkot Tahun Produksi 2000-2002, Dishub Kota Bogor Tegaskan Aturan Besitua

Meski nilai tukar rupiah tengah mengalami tekanan, pemerintah menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga. Dengan defisit yang terkendali dan kinerja pendapatan yang positif, APBN dinilai masih berada pada jalur yang aman. Di sisi lain, faktor eksternal dan kebijakan moneter tetap menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar ke depan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================