Soroti Proyek Puskesmas Pondok Rumput, Warga: Anggaran Rp600 Juta, Keselamatan Kerja Nol Besar

Sejumlah pekerja proyek Renovasi Puskesmas Pondok Rumput terlihat melakukan aktivitas di atas atap bangunan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Foto: Ist

BOGORTODAY.COM – Dugaan pelanggaran standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mencuat dalam proyek renovasi Puskesmas Pondok Rumput, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas di atas atap bangunan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Temuan tersebut menjadi sorotan setelah foto dan video aktivitas pekerja beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Dalam dokumentasi yang beredar, dua pekerja tampak berada di atas atap bangunan yang cukup tinggi saat melakukan pekerjaan perbaikan.

Namun, keduanya tidak terlihat menggunakan perlengkapan keselamatan kerja yang lazim digunakan untuk pekerjaan di ketinggian, seperti safety harness, helm proyek, maupun sepatu keselamatan. Para pekerja hanya mengenakan rompi proyek dan beraktivitas di atas permukaan atap yang miring tanpa terlihat adanya sistem pengaman tambahan.

BACA JUGA :  Ngalokat Cai Jadi Gerakan Hijau Pemkab Bogor: Dari Kearifan Lokal untuk Kelestarian Alam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek rehabilitasi fasilitas kesehatan tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp600 juta. Besaran anggaran itu dinilai semestinya telah mengakomodasi kebutuhan penerapan sistem K3, termasuk penyediaan perlengkapan keselamatan bagi tenaga kerja di lapangan.

Kondisi tersebut menuai perhatian warga yang menyaksikan langsung aktivitas para pekerja. Mereka menilai penerapan standar keselamatan kerja dalam proyek tersebut perlu menjadi perhatian serius pihak pelaksana.

Salah seorang warga, Rahmat Jaelani (54), mengaku prihatin melihat pekerja menjalankan tugas di lokasi yang berisiko tanpa perlindungan yang memadai.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

“Sangat disayangkan, proyek pemerintah dengan nilai sampai ratusan juta tapi keselamatan kerjanya nol besar. Kontraktor seperti tidak peduli dengan keselamatan pekerjanya sendiri. Membiarkan mereka melakukan pekerjaan yang sangat membahayakan di atas atap begitu tanpa alat pelindung atau protokol K3,” ujar Rahmat saat ditemui di sekitar lokasi belum lama ini.

Menurut Rahmat, kelalaian dalam penerapan keselamatan kerja berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat merugikan pekerja maupun keluarganya. Selain itu, insiden kerja juga dapat berdampak pada citra pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh pemerintah.

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================