Kenapa Manusia Sangat Menyukai Kucing? Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Kucing
Ilustrasi Manusia dan Kucing. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Kucing telah lama menjadi salah satu hewan peliharaan yang paling digemari di dunia, termasuk di Indonesia. Popularitasnya semakin terlihat di era media sosial, di mana video-video yang menampilkan tingkah lucu kucing mampu meraih jutaan penonton. Mulai dari ekspresi wajah yang menggemaskan hingga perilaku unik yang sulit ditebak, semua itu membuat banyak orang tak bosan menyaksikannya.

Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kucing juga tercermin dari berbagai survei. Hasil riset Rakuten Insight yang dikutip National Geographic menunjukkan bahwa sekitar 47 persen masyarakat Indonesia menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan favorit. Sementara itu, Euromonitor memperkirakan jumlah kucing peliharaan di Indonesia mencapai sekitar 4,8 juta ekor.

Namun, apa yang membuat manusia begitu mudah menyayangi kucing? Sejumlah ilmuwan dari berbagai bidang telah mencoba mengungkap alasan di balik ikatan emosional tersebut.

Hubungan Manusia dan Kucing Sudah Terjalin Ribuan Tahun

BACA JUGA :  Resep Chicken Wings Saus Madu BBQ Ala Restoran, Gurih, Manis, dan Mudah Dibuat di Rumah

Kedekatan antara manusia dan kucing ternyata bukanlah fenomena baru. Berdasarkan analisis DNA, nenek moyang kucing peliharaan modern berasal dari kucing liar Afrika (Felis silvestris lybica) yang hidup di wilayah Hilal Subur, meliputi Mesopotamia, Mesir kuno, Levant, hingga Persia.

Para arkeolog memperkirakan hubungan manusia dengan kucing telah dimulai sekitar 9.500 tahun lalu. Salah satu bukti tertua ditemukan di Pulau Siprus, ketika seekor kucing dimakamkan bersama manusia. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa keduanya telah memiliki hubungan yang erat sejak masa prasejarah.

Pada awalnya, manusia tidak memelihara kucing sebagai hewan kesayangan. Kehadiran mereka justru sangat membantu masyarakat agraris karena mampu mengendalikan populasi tikus yang mengganggu persediaan biji-bijian.

Peneliti dari National Centre for Scientific Research (CNRS) Prancis, Eva-Maria Geigl, menjelaskan bahwa kucing mulai mendekati permukiman manusia karena melimpahnya makanan berupa hewan pengerat. Seiring waktu, hubungan yang saling menguntungkan tersebut berkembang menjadi proses domestikasi.

BACA JUGA :  Angka ODGJ Tinggi, Pemkab Bogor Perkuat Balai Kesejahteraan Sosial

Sifat Kucing yang Sulit Ditebak Justru Membuat Manusia Makin Sayang

Berbeda dengan anjing yang umumnya mudah akrab dengan siapa saja, kucing dikenal lebih selektif dalam menunjukkan perhatian. Menariknya, karakter inilah yang justru membuat banyak orang semakin tertarik.

Peneliti interaksi manusia dan hewan dari Washington State University, Patricia Pendry, menyebut bahwa kasih sayang kucing yang muncul sesekali membuat pemiliknya merasa istimewa.

Ketika seekor kucing tiba-tiba datang untuk bermanja, menggosokkan tubuhnya, atau mendengkur di pangkuan pemiliknya, muncul perasaan seolah-olah perhatian tersebut diberikan secara khusus. Kondisi ini membuat hubungan emosional menjadi semakin kuat.

Dalam psikologi, fenomena tersebut dikenal sebagai intermittent reinforcement, yaitu ketika penghargaan yang datang secara tidak menentu justru membuat seseorang semakin termotivasi untuk terus mengharapkannya.

Wajah Kucing Membangkitkan Naluri Mengasuh

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================