Parenting Burnout: Saat Orang Tua Kelelahan Mengasuh Anak, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

Parenting Burnout
Ilustrasi Parenting Burnout. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Menjadi orang tua merupakan perjalanan yang penuh kebahagiaan sekaligus tantangan. Di tengah kesibukan mengurus anak, pekerjaan, hingga berbagai tanggung jawab rumah tangga, tidak sedikit orang tua yang mengalami kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini dikenal sebagai parenting burnout.

Ketika rasa lelah menumpuk, orang tua bisa saja tanpa sadar meluapkan emosi kepada anak. Hal tersebut bukan berarti mereka gagal menjadi ayah atau ibu yang baik, melainkan bisa menjadi pertanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Apa Itu Parenting Burnout?

Menurut ahli neurologi Puja Aggarwal, parenting burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang muncul akibat stres berkepanjangan selama menjalani peran sebagai orang tua.

BACA JUGA :  Helaran Mapag Pajajaran Anyar Meriahkan HJB ke-544, Ribuan Warga Padati Jalanan Kabupaten Bogor

Kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah marah, sulit mengendalikan emosi, hingga merasa menjauh secara emosional dari anak-anaknya. Jika tidak segera ditangani, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, hubungan dengan pasangan, serta kualitas pengasuhan dalam keluarga.

Cara Mengatasi Parenting Burnout

Agar kondisi tidak semakin memburuk, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan fisik dan emosional.

  1. Jujur kepada pasangan tentang kondisi yang dirasakan

Memendam rasa lelah justru dapat memperparah stres. Cobalah berbicara terbuka kepada pasangan atau anggota keluarga mengenai kondisi yang sedang dialami.

Sampaikan kebutuhan secara jelas, misalnya meminta bantuan mengurus anak, membagi pekerjaan rumah, atau menyediakan waktu istirahat agar beban tidak sepenuhnya ditanggung sendiri.

  1. Prioritaskan waktu tidur
BACA JUGA :  Resep Soto Bandung Kuah Bening, Gurih, dan Segar Cocok Disantap Saat Cuaca Dingin

Istirahat yang cukup menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan mental. Walaupun memiliki anak kecil sering membuat waktu tidur berkurang, usahakan tetap memenuhi kebutuhan istirahat.

Jika sulit tidur dalam waktu lama, tidur siang singkat sekitar 20 menit dapat membantu mengembalikan energi dan memperbaiki suasana hati.

  1. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Tidak ada orang tua yang selalu sempurna. Merasa lelah, frustrasi, atau melakukan kesalahan sesekali adalah hal yang manusiawi.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================