BOGORTODAY.COM – Minum air putih selama berada di dalam pesawat merupakan salah satu hal yang sering dianjurkan oleh para ahli kesehatan, terutama saat menjalani penerbangan jarak jauh. Anjuran ini bukan tanpa alasan, sebab kondisi di dalam kabin pesawat dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan saat berada di daratan.
Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, penumpang berisiko mengalami dehidrasi ringan yang ditandai dengan rasa haus, bibir dan mulut kering, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas setelah mendarat.
Mengapa Tubuh Lebih Mudah Kehilangan Cairan di Pesawat?
Salah satu penyebab utama tubuh lebih cepat mengalami dehidrasi saat terbang adalah rendahnya tingkat kelembapan udara di dalam kabin pesawat.
Udara di kabin memiliki kelembapan yang jauh lebih rendah dibandingkan lingkungan sehari-hari. Kondisi ini membuat cairan dalam tubuh lebih mudah menguap melalui kulit dan pernapasan sehingga tubuh membutuhkan asupan air lebih banyak.
Selain udara yang kering, tekanan udara dan kadar oksigen di ketinggian jelajah pesawat juga lebih rendah daripada di permukaan bumi. Kombinasi faktor tersebut dapat menyebabkan beberapa orang merasa lebih cepat lelah, pusing, atau mengalami mulut kering selama perjalanan.
Risiko dehidrasi semakin besar pada penerbangan berdurasi panjang karena tubuh berada lebih lama dalam kondisi lingkungan yang minim kelembapan.
Berapa Banyak Air yang Sebaiknya Diminum?
Dokter spesialis kedokteran perjalanan, Anamaría Teino, menyarankan penumpang mengonsumsi sekitar 0,2 hingga 0,4 liter air setiap jam selama penerbangan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















