Pola Makan Pengaruhi Risiko Batu Ginjal, Batasi Makan Ini

Batu Ginjal
Ilustrasi Batu Ginjal. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Batu ginjal merupakan salah satu gangguan pada saluran kemih yang terjadi akibat penumpukan mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat hingga membentuk kristal di dalam ginjal. Selain kurang minum air putih, pola makan juga berperan penting dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Ahli gizi ginjal dari Kidney Care UK, dr. Katherine Dukic, menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan dapat memicu pembentukan batu ginjal jika dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah makanan dengan kandungan garam tinggi.

Menurutnya, konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan kadar kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Semakin tinggi kadar kalsium dalam urine, semakin besar pula peluang terbentuknya batu ginjal. Karena itu, masyarakat disarankan membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, camilan asin, hingga bumbu instan yang umumnya mengandung banyak garam.

BACA JUGA :  4 Cara Simpel Membersihkan Minyak Goreng Bekas agar Tetap Jernih dan Aman Dipakai Lagi

Selain garam, makanan tinggi oksalat juga perlu dikonsumsi secara bijak. Senyawa alami ini terdapat pada sejumlah bahan pangan seperti bayam, bit, kacang-kacangan, cokelat, dan teh hitam. Pada kondisi tertentu, oksalat dapat berikatan dengan kalsium di dalam urine dan membentuk batu ginjal.

Meski demikian, makanan tinggi oksalat tidak harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsinya bersamaan dengan makanan yang kaya kalsium justru dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat di dalam tubuh.

BACA JUGA :  Jadwal PPKMB UI 2026, Catat Tanggal Pentingnya

Asupan protein hewani dalam jumlah berlebihan juga disebut dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Daging merah, ayam, ikan, maupun telur dapat memicu peningkatan kadar kalsium dan asam urat dalam urine serta menurunkan kadar sitrat, yaitu zat yang berfungsi menghambat pembentukan batu.

Bagi penderita yang memiliki riwayat batu ginjal berulang, asupan protein hewani dianjurkan sekitar 40 hingga 50 gram per hari atau sesuai rekomendasi tenaga medis.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================