Siaga Eksodus PSK Kalijodo

CIBINONG TODAY– Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan lokalisasi ilegal Kalijodo, Jakarta Utara cukup mengganggu Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai salah satu wilayah penyangga ibukota. Eksodus Pekerja Seks Komer­sial (PSK) menjadi yang paling dimungkinkan terjadi. Namun, Pemkab Bogor tak khawatir den­gan makin gencarnya mempers­empit ruang gerak PSK.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabu­paten Bogor, TB Luthfie Syam menjelaskan, pihaknya rutin menggelar operasi penertiban umum dengan target salah sa­tunya PSK. “Penertiban kami lakukan setiap hari siang dan malam. Jadi tidak ada kekha­watiran adanya eksodus PSK ke wilayah Kabupaten Bogor,” kata Luthfie, Rabu (17/2/2016).

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Namun, pihaknya tak me­nampik adanya sejumlah tempat di Kabupaten Bogor menjadi lo­kasi prostitusi. Di antaranya di kawasan Puncak dan area wisata Gunung Salak Endah.

Tahun lalu, kata dia, pihaknya sudah membongkar banyak ban­gunan liar dan warung remang-remang di beberapa kecamatan yang melakukan aksi prostitusi. Di antaranya di Limus Nunggal, Cileungsi dan Parung, Bogor.

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Baru-baru, ini Satpol PP Kabupaten Bogor juga mem­bongkar 40 bangunan liar dan warung remang-remang yang dijadikan tempat prostitusi dan bermukimnya mucikari di Ke­camatan Gunung Sindur. “Kami mengakui yang begitu (Prosti­tusi) enggak mungkin hilang. Tapi sebisa mungkin kami upay­akan mempersempit ruang ger­aknya,” kata dia.

(Yuska Apitya)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================