Kesepakatan Gencatan Senjata Dilanggar

SURIAH TODAY – Jet tempur mel­ancarkan serangan udara di Su­riah, di tengah gencatan senjata yang sudah disepakati oleh kelom­pok pemberontak dan pemerintah Suriah.

Dilansir CNN, menurut kelom­pok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, serangan uda­ra itu terjadi di wilayah Aleppo, wilayah di selatan Suriah, yang berdekatan dengan Raqqa—yang diklaim sebagai ibu kota ISIS. Na­mun tidak jelas siapa yang melaku­kan serangan udara.

Media pemerintah Rusia, se­mentara itu, melaporkan enam serangan di ibu kota Suriah, Dam­askus, yang berasal dari daerah yang dikuasai oleh pemberontak oposisi. Amerika Serikat dan Rusia membantu mewujudkan gencatan senjata di Suriah, yang dimulai Ju­mat, pekan lalu.

Kelompok oposisi utama, Komite Negosiasi Tinggi, men­gatakan bahwa 97 faksi mereka sepakat untuk menghormati gen­catan senjata selama dua minggu. Namun mereka memperingati Ru­sia dan Suriah untuk tidak menar­getkan mereka dengan dalih me­nyerang teroris.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Salem Medlet, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi, men­gatakan rezim Suriah telah melaku­kan 15 pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Ia menyalahkan serangan udara di Aleppo dilaku­kan oleh jet tempur Rusia. Menu­rutnya, di area yang ditargetkan, tak ada keberadaan ISIS atau pun Jabhat al-Nusra. Meslet juga men­gatakan bahwa serangan oleh rezim Suriah termasuk bom barel dan roket.

“Kami khawatir [Presiden Su­riah Bashar al-Assad] akan me­ningkatkan pelanggaran jika tak ada yang mengatakan apa pun ke­padanya,” kata Meslet.

Komite Negosiasi Tinggi men­girimkan surat berisi detail pelang­garan kepada PBB dan semua ang­gota Kelompok Pendukung Suriah Internasional—kecuali untuk Rusia dan Iran.

Namen kondisi saat ini, menu­rut Meslet “secara umum jauh lebih baik dari sebelum (perjan­jian gencatan senjata) dan rakyat kami lebih nyaman.” Media Rusia mengatakan bahwa negaranya menghentikan serangan udara di beberapa wilayah di Suriah terkait gencatan senjata.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Sementara, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir menuduh Rusia dan angkatan uda­ra pemerintah Suriah melanggar gencatan senjata di Suriah yang baru saja dimulai beberapa hari terakhir. Berbicara dalam konfe­rensi pers bersama dengan Men­teri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen di Riyadh pada Minggu (28/2/2016), Jubeir menyatakan Riyadh tengah mendiskusikan ma­salah ini dengan sejumlah kekua­tan besar dunia.

Jubeir mengungkapkan bahwa akan ada “rencana B” jika militer Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya tidak mengimple­mentasikan gencatan senjata ini dengan serius. Meski demikian, Ju­beir tidak merinci rencana B yang dimaksud. “Saya percaya bahwa mematuhi gencatan senjata akan menjadi indikator keseriusan yang penting untuk mencapai solusi da­mai atas krisis Suriah yang akan mencakup pengaturan transisi oto­ritas dan transfer kekuasaan dari Bashar,” kata Jubeir, dikutip dari Reuters. “Tidak ada tempat untuk Bashar di Suriah,” tandasnya.

(Yuska Apitya/CNN)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================