Islam Menjaga Perempuan

 Untitled-1Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (QS An Nisaa’ : 1)

Oleh: AHMAD SASTRA
Dosen Pascasarjana UIKA Bogor 
 Indonesia berduka. Ke­kerasan seksual diiringi dengan pembunuhan sadis yang menimpa perempuan belum ada tanda-tanda berhenti, justru cenderung sema­kin marak akhir-akhir ini. Ironis­nya yang menjadi korban adalah anak-anak dan pemerkosanya juga masih tergolong anak-anak. Hal ini mengindikasikan lemahn­ya perlindungan negara terha­dap perempuan dan anak-anak. Kondisi mengenaskan ini justru terjadi ditengah maraknya kam­panye keseteraan gender yang membebaskan perempuan untuk keluar rumah sama persis den­gan kaum laki-laki.

Pemerintah sendiri nampak­nya masih gamang dalam upaya menyelaikan tragedi kemanu­siaan ini. Pemerintah tak mampu memberikan analisa mendalam terkait akar permasalahan pe­micu tragedi ini. Padahal den­gan kasat mata, pemicu aksi pemerkosaan dan pembunuhan ini sudah jelas dan terbukti. Kebe­basan perempuan untuk berek­spresi diri di depan publik, mara­knya pornografi dan pornoaksi, maraknya miras dan lemahnya hukum telah menjadi penyebab utama tragedi ini.

Sorotan tajam terhadap mara­knya kasus kekerasan seksual disertai pembunuhan bermula dari kasus yang menimpa YY (14 tahun), seorang siswi SMP dari Rejang lebong, Bengkulu. Siswi yang masih duduk dibangku ke­las dua ini secara mengenaskan terbunuh seetelah diperkosa oleh 14 remaja ingusan setelah mereka mengakses pornografi dan ber­pesta minuman keras jenis tuak.

Tidak berhenti sampai di Bengkulu. Kasus-kasus se­rupa justru terungkap lebih mengerikan. Beberapa kasus pemerkosaan dan pembunuhan juga terjadi di Manado, Sulawesi Utara, Lampung Timur, Lam­pung, Bogor, Kerawang dan Bekasi di Jawa Barat. Bahkan di Bogor kekerasan seksual serta pembunuhan menimpa seorang balita berusia 2,5 tahun. Sungguh miris, sadis dan tak berperikema­nusiaan. Wajar jika ibunda Yuyun menganggap kejadian ini sebagai perbuatan binatang dan pelaku­nya layak dihukum mati.

BACA JUGA :  MURID BERPRESTASI SAAT LIBURAN

Islam sebagai agama sem­purna yang hukum-hukumnya datang dari Allah Yang Maha Adil telah dengan sempurna pula memberikan penjagaan dan per­lindungan terhadap perempuan. Bahkan dalam al Qur’an terdapat surat khusus perempuan yakni QS An Nisaa’, dan tidak ada su­rat khusus laki-laki. Islam mem­berikan semacam acuan gerakan kolektif dalam menjaga dan me­lindungi perempuan. Hukum-hu­kum Allah terkait dengan hubun­gan laki-laki dan perempuan secara umum dan terkait dengan perempuan secara khusus bertu­juan untuk menjaga dan melind­ungi perempuan.

Ayat pertama dari surat An Nisaa’ menekankan pentingnya ketaqwaan dari setiap diri ma­nusia, baik laki-laki dan perem­puan. Hakekat ketaqwaan adalah kehati-hatian menjalani kehidu­pan di dunia dengan cara selalu mentaati seluruh perintah Al­lah serta meninggalkan seluruh larangan Allah. Sebab perintah Allah adalah kebaikan dan pasti memberikan manfaat, sementara larangan Allah adalah keburukan yang pasti akan mendatangkan kerusakan manusia itu sendiri.

Ketika Allah mengharam­kan konsumsi minuman keras, ternyata dibalik minuman keras akan menimbulkan berbagai kerusakan kehidupan. Sebab dalam keadaan mabuk, maka akal manusia tak lagi berfungsi. Sementara akal adalah potensi dan kekeyaan paling berharga untuk bisa dibedakan antara bi­natang dan manusia. Tanpa akal, maka manusia layaknya seperti binatang, bahkan lebih hina dari binatang. Buktinya tidak ada bi­natang memperkosa binatang lain secara beramai-ramai. Buk­tinya tidak ada binatang yang LGBT atau melacurkan diri.

BACA JUGA :  MBG: KETIKA TUJUAN MULIA TERCEDERAI

Ketika Allah mengharamkan konten pornografi dan porno­aksi, ternyata dibalik keduanya bisa menimbulkan libido yang jika tidak disalurkan, manusia akan mengalami kegelisahan tak terkira. Kehilangan akal karena mabuk dan dorongan libido yang tak tertahankan akibat ak­ses pornografi akan mendorong perbuatan keji apa saja tanpa dis­adari dan tanpa ada penyesalan. Karena itu miras dan berbagai je­nis pornografi dan pornoaksi ha­rus dilenyapkan dari kehidupan hingga akar-akarnya. Islam tidak memberikan peluang sedikitpun terhadap miras dan pornografi karena Islam mendorong kemu­liaan dan keselamatan, bukan kekejian dan kerusakan. Allah sendiri yang melarangnya, bukan hanya manusia.

Ketaqwaan setiap individu dalam Islam bisa ditempuh den­gan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran Islam di semua aspek kehidupan, baik aqidah, syariah dan muamalah. Pemahaman akan nilai-nilai aja­ran Islam akan menumbuhkan kesadaran dalam jiwa akan mu­lianya ajaran Islam bagi yang menjalankankan. Menjalankan nilai ajaran Islam akan memberi­kan pemenuhan naluri, kepua­san akal, dan menenangka batin. Kesadaran inilah yang kemudian menumbuhkan komitmen un­tuk menjalankan seluruh nilai ajaran Islam serta menjauhi se­luruh larangan Allah. Komitmen ketaqwaan terus dipupuk un­tuk melahirkan sikap istiqomah adalam kebaikan pola fikir dan pola sikap.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================