CIBINONG TODAY – Mengusung program The City Sport and Tourism, sektor pariwisata di Kabupaten Bogor mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup fantastis. Pada semester pertama tahun 2019, sektor ini sudah memberikan keuntungan mencapai Rp223 miliar dari target Rp260 miliar.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) PAD Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, Ningsih  menyebut, PAD yang didapat ini adalah hasil dari tiga macam pajak yang ada di sektor pariwisata. Seperti pajak restoran, hotel dan hiburan.

“Ini adalah bukti bahwa apa yang dicanangkan oleh Bupati itu sudah bisa direalisasikan oleh kami,” kata Ningsih kepada wartawan, Jumat (6/9/2019).

Dari sektor restoran, kata Ningsih, Bappenda mencatat pada semester pertama tahun 2019 ini sudah menyentuh Rp112 miliar dari target Rp124 miliar dengan wajib pajak (WP) sebanyak 567 WP.

Lalu untuk sektor hotel, dari target Rp71 miliar, PAD yang dihasilkan sudah menyentuh angka Rp62 miliar. Sementara di sektor hiburan, PAD yang didapat pada semeter pertama 2019 ini mencapai Rp49 miliar dari target Rp65 miliar.

Kata Ningsih, tajamnya peningkatan PAD khususnya dari sektor wisata adalah dampak baik dari dua program yang sedang dilakukan oleh Bappenda Kabupaten Bogor, yaitu extensifikasi dan intensifikasi.

Extensifikasi, sambung Ningsih, adalah menambahkan objek wajib pajak yang ada di Kabupaten Bogor.

“Karena luas wilayah yang sangat luas, maka itu kita menggandeng semua stakeholder untuk bersama-sama mamantau potensi PAD yang bertambah setiap bulannya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk intensifikasi, adalah memperketat pengawasan kepada objek wajib pajak yang sudah ada, dengan cara mengaudit jika pajak yang diberikan kurang dari perkiraan yang sudah dihitung secara matang oleh tim dari Bappenda Kabupaten Bogor.

Sementara disamping itu, untuk target PAD Kabupaten Bogor pada tahun 2019 secara keseluruhan, Pemkab Bogor menargetkan pendapatan di angka Rp727 miliar.

Ningsih menyebut, Pemkab Bogor memiliki 10 objek pajak untuk PAD. Seperti hotel, restoran, hiburan, parkir, reklame, pajak penerangan jalan, air tanah dan mineral bukan logam dan batuan (galian).

“Dari semua sektor, pendapatan yang sudah terealisasi pada semester pertama ini sekitar Rp553 miliar,” ungkap Ningsih.

Pendapatan itu pun menurut dia sangat mungkin melebih tarhet yang ditentukan. Selain sisa waktu yang masih ada, Bappenda Kabupaten Bogor juga akan melakukan revolusi dalam sistem, yaitu menggunakan barcode pada objek wajib pajak untuk mengetahui apakah objek wajib pajak tersebut sudah menunaikan kewajibannya atau belum.

“Kita juga akan menyentuh sektor e-commerce. Saat ini masih kita kaji, sektor mana saja yang bisa kita jadikan potensi PAD,” tandas Ningsih. (Firdaus)