Untitled-27BANDUNG, TODAY-Jelang duel seru Persib Bandung kontra Persija, juru taktik Macan Kemayoran, Paulo Camargo menyebut tuan rumah se­dang bangkit. Menurutnya Persib yang kini dilatih oleh Djajang Nur­jaman sudah kembali ke jalur yang tepat guna merebut titel juara TSC 2016.

Tangan dingin pria asal Maja­lengka itu dianggap Camargo punya sentuhan magis bagi Persib. Kara­kter permainan Atep cs. yang khas dengan sepakbola menyerang pun telah kembali.

Meski begitu Jajang mengaku enggan menelan bulat-bulat pujian dari pelatih tim lawan. Menurutnya hal itu bisa menjadi bumerang kare­na faktor over confidence sehingga persiapan pun menjadi tidak serius.

Bagi Djanur, pujian dari Camar­go tidak akan berdampak apapun pada mental dan program yang su­dah dia persiapkan bersama tim pelatih lainnya. Karena target 3 poin wajib dia raih demi menjaga kans mengkudeta Arema Cronus di pucuk klasemen sementara.

“Saya tidak ingin terbuai dengan pujian dia, kami tetap ingin fokus pada pertandingan lawan Persija nanti,” tegas Janur ketika diwawa­ncara di lapangan Progresif, Rabu (13/7).

Saat ini Persib masih tertahan di posisi 9 klasemen sementara dan terpaut 7 angka dari peringkat tera­tas. Untuk itu raihan poin penuh wa­jib digapai demi mengejar keterting­galan tersebut.

Ditambah lawan yang akan di­jamu akhir pekan ini ialah Persija Jakarta yang punya sejarah rivali­tas panjang di kompetisi tanah air. Kemenangan pun jadi harga mati dalam bentrokan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (16/7) mendatang.

“Jujur sebetulnya lawan siapa­pun juga kami butuh poin jadi ingin maksimal meraih 3 poin, apalagi kebetulan lawan kita Persija yang dalam tanda petik di luar lapangan ada something, jadi kami harapkan pemain ada motivasi berlebih,” tan­dasnya.

Kembali berkumpul setelah mendapat jatah libur Lebaran, tim Persib Bandung langsung tancap gas untuk melakukan persiapan serius.

Skuat asuhan Jajang Nurjaman tidak berleha-leha menatap duel sengit menghadapi Persija Jakarta pada Sabtu (16/7) mendatang.

Menu fisik pun menjadi kon­sentrasi Janur dalam menggeber latihan bagi anak asuhnya di Lapan­gan Progresif, Selasa (12/7). Hariono dan kawan-kawan dipaksa melahap menu latihan yang cukup menguras stamina mereka.

“Ya betul, sesuai waktu tersedia yang hanya 5 hari latihan sehingga dari hari kemarin sudah menaikkan tempo. Jadi langsung dengan pro­gram kita ingin menaikkan kondisi fisik dalam 2 hari,” tegas Janur usai memimpin latihan.

Pria 57 tahun tersebut bersama pelatih fisik, Yaya Sunarya tidak mem­berikan banyak waktu bagi pemainnya untuk menarik nafas. Mereka ditempa lewat berbagai materi yang membuat Atep dan kolega ngos-ngosan.

Janur menyebut dirinya sengaja memberikan menu dengan intensi­tas tinggi demi memulihkan kondisi fisik pasukannya ke level puncak. Mengingat laga kontra Persija selalu menguras banyak energi karena at­mosfer yang panas.

“Termasuk program pagi ini, latihan hari ini naik dengan inten­sitas cukup tinggi mudah-mudahan pemain kondisinya cukup bagus dan bisa mengikuti program latihan yang saya buat,” ujarnya.

Untuk mencapai tingkat ke­bugaran yang maksimal disebut Janur memang akan sulit. Karena pasukannya libur cukup lama yang otomatis membuat kondisi mer­eka tidak terjaga. Untuk mencapai kondisi terbaik, Janur menyebut bahwa sulit baginya untuk dengan cepat mencapainya. Karena materi latihan pun harus digabung dengan program taktik dan teknik.

“Saat ini kondisi masih di 75 persen, mungkin besok naik lagi. Menjelang pertandingan saya ga muluk-muluk (fisik) bisa 80 persen waktu kita tidak cukup. Tapi saya tetap optimis karena pemain tidak terlalu jelek kondisinya,” tandasnya.

Materi Mumpuni, Janur Isyarat­kan Ada Rotasi

Pelatih Persib, Jajang Nurjaman punya tugas berat untuk mengem­balikan lagi kepercayaan diri beber­apa anggota timnya. Ketika Maung Bandung masih dipegang oleh De­jan Antonic, kiprah Persib yang hancur membuat mental pemain rontok.

Dampaknya kinerja di lapangan pun jadi berdampak negatif karena amunisi Persib sulit bermain maksi­mal. Bukan hanya di lini depan, tapi di zona pertahanan pun banyak celah yang bisa merugikan tim.

Untuk mengembalikan lagi psikologis serta sentuhan anak asuhnya di atas lapangan, Janur perlu memberikan menit bermain bagi mereka. Untuk itu pelatih asal Majalengka terse­but punya ren­cana untuk melakukan rotasi saat menjamu Persija akhir pekan ini.

Dia menilai komposisi Persib di musim ini cukup dalam sehingga perubahan starter sangat memung­kinkan. Janur pun tidak ragu dengan kapasitas pemain lapis keduanya.

“Materi kita cukup banyak ada 28 sekarang minus dua (Zola dan Febri) tinggal 26, tapi dengan kualitas an­tara satu dengan yang lain tidak berbeda sehingga buat saya sangat mungkin untuk selalu melakukan rotasi pemain,” ungkap Janur di La­pangan Progresif, Selasa (12/7).

Dalam laga debutnya, pria beru­sia 57 tahun tersebut memainkan skema 4-2-3-1 yang secara garis be­sar menjadi patron Persib di awal musim. Hanya Sergio Van Dijk yang diberi porsi lebih sebagai juru gedor di posisi nomor 9. (Imam/net)

loading...