20121116132920550PALESTINA TODAY– Otoritas Israel membuka perlintasan utama antara wilayahnya den­gan Gaza. Hal ini berarti mem­buka kembali akses kendaraan yang membawa barang-barang ke Gaza, untuk pertama ka­linya dalam 9 tahun terakhir.

Seperti dilansir AFP, Kamis (14/7/2016), foto­grafer AFP melaporkan adanya aliran barang melalui perlint­asan Erez yang menjadi jalan masuk ke wilayah Palestina. Perlintasan itu diblokade Israel selama satu dekade terakhir.

Perlintasan Erez terlarang bagi setiap warga Palestina se­jak tahun 2007, dengan aliran barang disalurkan melalui per­lintasan Kerem Shalom, Gaza bagian selatan. Selama bebera­pa bulan terakhir, warga Israel di sekitar wilayah perbatasan itu mengeluhkan ratusan truk yang melintasi setiap hari, yang dianggap memicu kepadatan lalu lintas dan membahay­akan pengguna jalan lainnya.

Pada Mei lalu, mantan Men­teri Pertahanan Israel Moshe Yaalon menyatakan perlint­asan Erez akan dibuka demi mempermudah aliran barang ke dalam wilayah Gaza dan juga demi mengurangi kepadatan lalu lintas di Kerem Shalom.

Dalam pernyataannya, juru bicara COGAT, badan di Kementerian Pertahanan Isra­el yang bertanggung jawab atas penerapan kebijakan pemer­intah di wilayah Palestina, mengkonfirmasi bahwa kenda­raan diperbolehkan masuk ke Gaza melalui perlintasan Erez.

“Langkah ini dilakukan untuk memfasilitasi kinerja para importir Palestina dan juga membantu perekono­mian Jalur Gaza,” ucap juru bicara yang tidak menyebut namanya itu kepada AFP.

Secara terpisah, asosiasi pemilik kendaraan Palestina di Gaza menyebut, sekitar 110 kendaraan tiba di wilayah mereka melalui perlintasan Erez. Berlokasi di wilayah Jalur Gaza sebelah utara, perlintasan Erez terletak di dekat kota-kota besar Israel dan mempermudah penyal­uran barang dari kota pelabu­han Israel seperti Ashdod.

Israel memberlakukan blokade bagi Gaza selama satu dekade terakhir, dengan alasan mencegah pergerakan kelompok Hamas yang men­guasai Gaza. Menurut Bank Dunia dan PBB, blokade yang diberlakukan Israel itu me­matikan seluruh ekspor dari Gaza juga memperlemah ekonomi di wilayah tersebut.

Diapit oleh wilayah Me­sir, Israel dan Laut Medit­erania, Jalur Gaza menjadi rumah bagi 1,9 juta warga Palestina.

(Yuska Apitya/dtk)

loading...