Untitled-2BOGOR, TODAY—Mapolsek Megamendung, Kabupaten Bogor mendapat ancaman teror dengan menggunakan senjata api kemarin malam. Ancaman tersebut berdasar­kan laporan dari Badan Nasi­onal Penanggulangan Tero­ris (BNPT). Hasil penyelidikan menyebutkan akan adanya rencana aksi teror (amaliyah) dengan sasaran Polsek Mega­mendung.

Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto membenar­kan adanya ancaman yang di­tujukan ke Polsek Megamend­ung. “Iya semua informasi tetap akan kami tindak lanjuti.

Informasi ini bukan hanya sekali dua kali saja,” kata Suyudi di Ma­polres Bogor, Jumat (15/7/2016).Suyudi mengaku akan mendalami dan berkerja sama dengan semua pihak untuk menyelidiki terkait ancaman teror tersebut. Sebab, tidak menutup kemungkinan aksi teroris dapat terjadi terhadap Mapolsek di jajaran Polres Bogor maupun Mako Polres Bogor. “Kami juga hari ini akan merazia kosan dan kontrakan di wilayah selatan khu­susnya di Megamendung,” ujar dia.

Selain itu, keamanan Mapol­sek di jajaran Polres Bogor maupun Mako Polres Bogor juga ditingkatkan menyusul adanya ancaman teror itu. Setiap pengunjung yang masuk ke Pol­sek Megamendung diperiksa identitas serta tujuannya. “Intinya kami teri­ma informasi itu dan tetap siaga dan waspada,” terang Suyudi.

Terpisah, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tak kaget dengan aksi teror di sejumlah mapolsek. Sebab jenderal bintang empat ini sudah memberitahu jajarannya, terkait potensi ancaman teror. “Dari awal kita sudah mengin­gatkan kepada seluruh jajaran bahwa polisi sedang ditarget. Sejak operasi ramadhania diberlakukan,” kata dia, di Mabes Polri, kemarin.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli mengaku su­dah mengendus rencana aksi teror yang akan dilakukan kelompok teror. Teror terbaru adalah di Mapolsek Solo, sehari sebelum Lebaran. Bom bunuh diri di Polresta Surakarta ter­jadi sekitar pukul 07.35 WIB. Ledakan terjadi ketika anggota Polresta Sura­karta bersiap menggelar apel pagi dalam rangka operasi kepolisian.

Pelaku bom bunuh diri memaksa masuk dalam halaman Kantor Pol­resta. Pelaku bom bunuh diri ke­mudian dicegah Provos. Kemudian pelaku masuk dengan alasan ingin ke kantin dengan menerobos hala­man depan menggunakan sepeda motor dan meledakkan diri. (Rishad Noviansyah|Yuska Apitya|ed:Mina)

loading...