SOLO TODAY – DPC PDIP Surakarta memastikan tidak akan menggelar tasyakuran terkait pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga Solo agar tetap kondusif.

Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo meminta para kadernya agar merayakan pelantikan di rumah masing-masing.

“Kalau PDIP dari dulu tidak pernah ada syukuran pelantikan kok. Kalau mau syukuran ya silakan di rumah masing-masing, biar tidak mengganggu masyarakat lain,” ujar Rudy saat dihubungi detikcom, Jumat (18/10/2019).

Dikutip dari Detik.com, Dia juga melarang keras kadernya mengadakan konvoi. Jika nekat, Rudy menyerahkan hal tersebut kepada kepolisian.

“Kalau ada yang konvoi, itu tanggung jawab sendiri-sendiri. Saya serahkan kepada yang berwajib,” ujar Wali Kota Surakarta itu.

Mengenai adanya rencana tasyakuran dan nonton bareng pelantikan yang digelar relawan Jokowi, Rudy tidak mempermasalahkan. Namun dia mengimbau untuk menjaga kondusifitas Kota Solo.

“Biarin aja yang nonton bareng, asalkan damai. Jangan memancing keributan,” kata dia.

Sementara itu, sejumlah relawan Jokowi berencana mengadakan kegiatan nonton bareng pelantikan di halaman Pasar Triwindu, kawasan Ngarsopuro, 20 Oktober 2019. Acara dimulai pukul 14.00 WIB.

“Nanti kita mulai dengan tari gambyong, kemudian seremonial sebentar, lalu mulai nonton bareng,” kata sekretaris panitia dari Forum Solo Kompak untuk Indonesia, Imelda Yuniati.

Dia juga mengimbau peserta menjaga ketertiban selama pelaksanaan kegiatan. Peserta juga diminta tidak melakukan konvoi di jalan.

“Kami perkirakan ada 500 orang yang datang. Kami imbau agar tidak konvoi, harus selalu menjaga ketertiban,” katanya. (Carfine/net)

loading...