CIBINONG TODAY – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mulai melakukan lobi dengan pihak perhutani untuk membebaskan lahan yang diperlukan untuk pembuatan kantong parkir di kawasan tambang, Kabupaten Bogor-Tangerang.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengaku, upaya peminjaman lahan kepada perhutani tersebut untuk lahan yang berada di sekitar jalur perbatasan dua wilayah tersebut. Khususnya yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

“Kami upayakan. Pemkab Bogor juga sedang berusaha pinjam lahan Perhutani,” kata Bambang.

Pembuatan kantong parkir ini pun melibatkan para transporter atau pengusaha tambang di kawasan tersebut. Menurut Bambang, melalui bantuan transporter itu, kantong parkir yang akan disediakan sedikitnya 5 (lima) kantong.

“Secara teknis, dengan bantuan para transporter, akan disediakan lima kantong parkir. Dimana tiga titik berada di wilayah Kabupaten Tangerang dan dua titik lainnya di wilayah Kabupaten Bogor. solusi tersebut dianggap pas untuk menunjang pemberlakuan jam tayang truk tambang di jalur tersebut,” ungkap Bambang.

Dia pun memastikan, pembuatan kantong parkir tersebut tetap dibarengi dengan pemberlakuan jam operasional truk pengangkut hasil tambang.

Sehingga, sambungnya, ketika kantong parkir dibuat, maka pengawasan juga diperketat. Agar keduanya berjalan dengan baik.

“Petugas sudah pasti diturunkan untuk mengatur jalannya lalu lintas. Untuk mengatur agar tidak ada truk yang parkir sembarangan. Dan di tiap-tiap kantong parkir tersebut, nantinya sudah ada petugas yang diterjunkan,” tegasnya. (Firdaus)

loading...