djanurBANDUNG, TODAY-Persib Bandung harus mewaspadai keganasan striker Persipura Jayapura jika tidak mau men­uai malu. Hingga pekan ke-10 pentas Indonesia Soccer Championship (ISC) A, predator gol Mutiara Hitam mencetak 14 gol dengan jumlah kemasukan relatif ke­cil, yakni sembilan kali.

Ricky Kayame adalah salah satu pe­nyerang mereka yang cukup berbahaya bagi lini pertahanan lawan. Dari empat laga terakhir yang sudah dilakoninya, dia sukses mengemas tiga gol untuk tim yang dibelanya.

Terakhir, Ricky sukses menyum­bangkan satu gol dan sukses membantu timnya memetik poin penuh dari lawatannya ke Kalimantan setelah mengalahkan Pusamania Borneo FC.

Permainan sang pemain tidak menutup kemungkinan akan sema­kin berbahaya ketika menjamu Pers­ib nanti. Pasalnya, pemain yang sempat merasakan suasana internal Persib itu, sangat berbahaya bila berduet dengan Boaz Solossa.

Kondisi tersebut disadari sepenuh­nya oleh juru taktik Persib, Djanur. Pela­tih asal Majalengka itu menyebutkan bahwa bermain di kandang Persipura, bukan sesuatu mudah bagi Persib. Apa­lagi tim tuan rumah menunjukkan ke­majuan yang bagus dalam ISC A ini.

‘’Menurut saya, mereka ada progres peningkatan. Kalau secara tim, lebih ba­gus. Ada peningkatan dibanding awal (turnamen). Persipura tidak bisa diang­gap enteng, apalagi Persib yang belum pernah menang di sana. Itu yang sedikit mengganggu mental kita,” kata Djanur.

Terkait gaya permainan Persipura yang cenderung memilih bermain terbu­ka dan menyerang, Djanur menegaskan dirinya sudah menyiapkan segalanya. Hasil yang diperlihatkan pemain be­lakangnya saat menjamu Persija Jakarta, menjadi angin segar bagi Pangeran Biru dalam menghadapi gempuran Persipura yang dikenal cukup berbahaya itu.

Yanto Basna, kemungkinan besar kembali akan dipercaya untuk mema­tikan gerak Boaz atau Kayame. Kendati dianggap masih ada beberapa kesala­han yang dibuatnya pada laga sebelum­nya, tetapi Yanto dinilai akan mampu membuat gawang Persib lebih aman.

‘’Saya pikir saya cukup puas dengan penampilan perdana dia di posisi itu (bek tegah). Dia cukup bagus, tapi memang ada satu atau dua kes­alahan dia. Tapi masih bisa ditol­eransi,” papar Djanur.

‘’Saya cukup puas. Saya tanya dia, sudah enam bulan dengan Persib dia belum pernah dimain­kan di situ (bek tengah). Dia juga kemudian bertanya bagaimana penampilannya,” lanjut pelatih yang sempat mengenyam pendidikan kepelatihan di Inter Milan, Italia itu.

Sementara itu, selain dituntut untuk fokus menghadapi laga berat melawan Persipura, Atep dan kawan-kawan pun dituntut untuk bisa menjaga kebuga­rannya. Sebab, selang empat hari kemu­dian atau tepatnya Senin (25/7/2016) nanti, mereka akan bertandang ke Sumatera, un­tuk menantang Semen Padang. ( I m a m / n e t / ed:Mina)

loading...