CIREBON TODAY – Memasuki musim kemarau, kebakaran di Kabupaten Cirebon semakin meningkat.

Dinas Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon mencatat dalam bulan Juni, setidaknya terjadi enam kebakaran mulai dari rumah maupun lahan hingga kendaraan.

Kepala Seksi Tanggap Darurat Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan, potensi kebakaran meningkat memasuki musim kemarau.

Kebakaran paling banyak terjadi pada lahan-lahan kosong ataupun perumahan yang dinilai rentan terjadi korsleting arus pendek.

“Lahan kosong yang rumputnya mulai mengering menjadi yang paling tinggi potensi kebakarannya. Tidak hanya itu, di perumahan juga rentan terjadi kebakaran. Ditambah kondisi cuaca yang panas yang mempercepat penyebaran api” kata Eno saat ditemui, Jumat (14/6/2019).

Dia menambahkan, sedikitnya enam peristiwa kebakaran yang terjadi di bulan Juni telah ditangani petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Yang terbaru pada awal pekan ini. Dalam sehari terjadi dua peristiwa kebakaran yang diketahui menimpa area lahan di salah satu bahu jalur Tol Kanci-Pejagan, tepatnya KM 231. Api melalap sedikitnya satu hektar lahan yang dipenuhi ilalang.

“Area yang terbakar sekitar 1 hektar dengan panjang 200 meter. Api merembet juga ke lokasi SUTET, tapi sudah kami padamkan,” ungkapnya.

Pihaknya menerima laporan kebakaran itu dari pengelola jalan tol pada Selasa (11/6/2019) siang dan petugas langsung melakukan pemadaman api.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran itu. Hanya saja, api dimungkinkan muncul dari oknum pengendara yang melintas di jalan tol yang telah membuang puntung rokok sembarangan.

“Kemungkinan dari oknum pengendara yang membuang puntung rokok dan menimpa alang-alang yang sudah kering di area kebakaran,” jelasnya.

Kebakaran lahan juga menimpa kebun tebu di perbatasan Desa Japura Bakti, Mertapada, dan Lemahabang.

Sedikitnya 1,5 hektar lahan dilalap Si jago merah. Kebakaran tersebut dilaporkan warga Perumahan Japura Bakti yang mencemaskan kemungkinan api merambat luas. Kebakaran itu diduga akibat oknum warga yang membakar sampah.

Upaya pemadaman api pun segera dilakukan untuk menghambat agar api tak merambat ke pemukiman dan asap tak menghalangi jarak pandang pengendara di tol. Upaya pemadaman dilakukan petugas dibantu warga sekitar.

Menghadapi peningkatan potensi kebakaran, pihaknya mengimbau masyarakat lebih waspada. Segala hal yang berpotensi mengundang api diingatkannya untuk menjadi perhatian serius.

“Jangan bakar sampah sembarangan atau jangan buang puntung rokok sembarang. Setelah menyalakan api, harus dipastikan api benar-benar sudah padam atau mati,” pungkasnya.(Net)

 

 

 

 

 

 

 

loading...