Untitled-7

ALHAMDULILLAHILLADZI A’THOONAA NI’AMAN KATSIROTAN WA YAQIINAN SHOODIQON. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASUULUHU. ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA AALIHI WA SHOHBIHI AJMA’IN. AMMA BA’DU : FAYAA ‘IBAADALLAHI, ITTAQULLAH HAQQO TUQOTIHI WA LAA TAMUUTUNNA ILLA WA ANTUM MUSLIMUUN.

Oleh: Ustadz Saiful Bahri, S.PdI
Kesiswaan SMK TI dan Da’i Aliansi Asatidz Muda Indonesia

Ma’asyirol muslimin Rohimakumullah, Ketahuilah diantara tugas pokok manusia hidu; didunia adalah beribadah kepada Allah SWT dengan sepenuh hatinya, semua yang melekat pada tubuh kita punya hak untuk beribadah kepad Allah SWT, baik itu mata, telinga, mulut, tangan, kaki, dan lain sebagainya, begitu pula setiap anugerah ni’mat dari Allah SWT kesemuanya diarahkan untuk dijalan Allah SWT. Allah SWT berfirman QS.Adz-Dzariyat : 56 “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” Jalur peribadatan ini ada yang bersifat Vertikal dan ada yang bersifat Horizontal, atau yang kita sebut dengan Hablumminallah dan Hablumminannas , sebagaimana firman Allah SWT QS.Ali Imran : 112 ”Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia”.