Agus-Wibowo

DATA Badan Kependudukan PBB (UNFPA, 2015) termutakhir menyebut Indonesia sebagai negara yang akan memanen puncak bonus demografi pada kurun waktu 2028- 2035. Saat itu, tersedia lebih dari 65 juta tenaga kerja muda produktif usia 15-29 tahun. Jumlah itu bahkan terbesar sejak Indonesia merdeka. Bonus demografi tersebut merupakan jembatan emas bagi Indonesia untuk tinggal landas menjadi negara maju. Namun, peluang emas itu akan hilang dan berlalu begitu saja jika pemerintah tidak sigap memperbaiki kualitas SDM.

Oleh: AGUS WIBOWO
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Bonus demografi akan menjadi berkah jika investasi pendidikan berhasil melahirkan penduduk usia produktif yang forward looking; terampil, kompeten, berkualitas, dan mampu menyiasati peluang dengan baik. Sebaliknya, bonus demografi akan menjadi musibah bagi sebuah negara jika kualitas SDM-nya rendah, minus keterampilan, dan tidak mampu menyiasati peluang yang ada (Mason, 2005).