HL-(2)

Musyawarah Olahraga Kabupaten Bogor Luar Biasa (Musorkablub), dengan agenda memilih Ketua Umum KONI Periode 2015-2019, yang semula dijadwalkan Kamis (28/5/2015), diundur menjadi Kamis (11/6/2015)

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Persaingan berebut kursi panas Ketua Umum (Ke­tum) Komite Olahraga Na­sional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor makin panjang. Empat nama bakal calon (balon) makin gencar bersiap diri.

Dua nama diantara empat balon yang ada, paling santer berambisi duduk di kursi panas tersebut. Mereka adalah Ketum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Bogor, Zainal Sy­afruddin dan Pelaksana Tugas (Plt) Ke­tum KONI Kabupaten Bogor, Rusdi AS.

Mantan Ketua Kontingen Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2006 itu mempunyai banyak mimpi, salah satunya menggairahkan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK), dengan program pembinaan.

Selain program pembinaan, Zainal ingin membawa Kabupaten Bogor menjadi juara umum pada Porda 2018 mendatang. “Jika saya terpilih, tentunya langkah awal adalah menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Porda. Mulai dari venue, kebutuhan atlet, serta memprediksi raihan jumlah medali emas. Tentunya, hal tersebut bukan perkara mudah. Semua ele­men di Kabupaten Bogor harus ber­satu,” katanya.

Mantan Camat Citeureup, Cibi­nong, dan Ciawi itu menambahkan, program pembinaan sangat penting dilakukan untuk menghasilkan atlet potensial. dirinya pun yakin, banyak atlet yang andal, namun belum ter­pantau. “Kabupaten Bogor itu san­gat luas, dan pastinya di setiap keca­matan memiliki atlet. Maka dari itu, KOK harus diperhatikan,” lanjutnya.

Pembinaan atlet di Kabupaten Bogor harus lebih diutamakan un­tuk menghadapi kejuaraan seluruh cabang olahraga di tingkat lokal, dae­rah, nasional, bahkan internasional. “Bukan saja pembangunan infra­struktur saja yang diutamakan akan tetapi pembinaan, dan peningkatan prestasi atlet harus lebih diutamakan juga,” ujarnya.

Demi meningkatkan prestasi atlet Kabupaten Bogor, Zainal berharap, ada kerja keras antara kedua lembaga olahraga yaitu KONI, dan pengurus cabang olahraga (cabor). Dia meni­lai, selama ini pembinaan terhadap atlet muda dirasa masih kurang, dan mulai tahun ini akan ditingkatkan, yang dimulai penjaringan dari tingkat desa, dan kecamatan.

Sementara itu, Plt Ketua Umum KONI, Rusdi AS yang dahulu masih malu-malu kucing, kini mulai terbuka dan mengungkapkan ambisi untuk memegang jabatan sebagai Ketum KONI Kabupaten Bogor. “Impian saya tak lain ingin menjadikan Kabupaten Bogor sebagai kiblat atlet nasional, serta mewujudkan impian menjadi juara umum Porda 2018, itu saja,” ungkap Rusdi.

Dia menambahkan, dirinya siap merealisasikan target Kabupaten Bo­gor Kahiji dalam ajang Porda Jabar XIII/2018, dimana Kabupaten Bogor didaulat sebagai tuan rumah. “Ten­tunya saya siap, 2018 adalah hajat warga Kabupaten Bogor. Kami harus sukses dalam pelaksanaan, admin­istrasi, serta menjadi juara umum. Sektor ekonomi masyarakat tak lepas dari perhatian,” tambahnya.

Rusdi menjelaskan, jika mendapat dukungan, serta restu dari pengurus cabang olahraga, dirinya pasti maju. “Tapi jika tidak ya saya tak mungkin maju. Pengalaman di olahraga sudah cukup, kita lihat saja perkembangan ke depan seperti apa,” tutup Rusdi.

Ketua Umum (Ketum) Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (POBSI), Kabupaten Bogor, Agus Frianto an­gkat bicara. Menurut dia, pemilihan ketua KONI bukan bertema pertarun­gan sosok senior, tapi lebih mencari jalan musyawarah. “Siapa pun ketu­anya, semua pengurus cabang harus bersatu, dan saling mendukung. Jan­gan sampai ada istilah kubu-kubuan. Ingat, kita akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 mendatang,” kata Agus.

Dia menambahkan, untuk mewu­judkan ‘Bogor Kahiji’ bukan perkara mudah. Agus berharap, pengurus KONI baru harus bersatu untuk mewujudkan mimpi tersebut. “Saya harap, ketua terpilih bisa menyusun pengurus yang benar-benar mengerti olahraga, dan sesuai dengan tupoksi kerjanya,” tandasnya.(*)