Bima Arya Diminta Tanggung jawab

BOGOR TODAY – Proyek pembangunan apartemen Gardeni yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, dikeluhkan siswa-siswi dan guru SMP Bahrul Ulum. Ratusan pelajar mengaku tertanggu dengan tangting- teng bunyi pancang proyek. Mereka meminta Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor menghentikan proyek apartemen 26 lantai tersebut. Kepala sekolah, SMP Bahrul Ulum Kota Bogor, Dadeng S Efendi, mengatakan proyek di samping sekolahnya membuat bising dan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tak jarang, guru dan siswa sering menutup telinga saat proses KBM berlangsung. “Sangat mengganggu, berisik dan bikin siswa dan siswi kami jadi tidak bisa konsen dalam proses belajar mengajar,” ucapnya, berkisah. Salah seorang guru SMP Bahrul Ulum, Jamal (30), mengakui, suara guru yang mengajar tidak terdengar oleh murid-murid yang sedang di ajar olehnya. “Suara saya saja kalah sama suara-suara bising yang ada di proyek itu, jadi murid saya banyak yang kurang mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh saya,” tambah dia. Sementara saat hendak dikonfirmasi wartawan koran ini, pihak manajemen Gardenia Apartemen mengklaim tak mau memberikan komentar apa-apa perihal keluhan warga sekitar dan siswa-siswi di SMP Bahrul Ulum. Kadisdik Kota Bogor, Edgar Suratman, mengakui telah menerima keluhan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan DPRD Kota Bogor untuk menjadwalkan sidak ke lokasi proyek. “Sudah saya terima. Ada yang laporan ke saya. Apalagi kalau media sudah beritakan. Kami akan tindaklanjuti dengan DPRD Kota Bogor,” kata dia.

Baca Juga :  7 Kecamatan di Kabupaten Bogor Rawan Bencana Alam

(Guntur Eko W|Yuska Apitya)