20140904_121248_sekolah-bridgeJAKARTA, Today - Perjuangan Pengu­rus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) untuk mema­sukan bridge menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang diper­tandingkan di Asian Games 2018, membuahkan hasil manis.

Hal itu diketahui seusai perte­muan yang digelar antara Olympic Council of Asia (OCA), Komite Olim­piade Indonesia (KOI) serta Kemen­terian Pemuda dan Olahraga (Ke­menpora) di Jakarta pada Minggu (14/6) lalu.

Pertemuan itu menghasilkan keputusan yakni mengesahkan 36 cabor berserta masing-masing ven­ue-nya.

Ke-36 cabor itu terdiri dari 28 cabor olimpiade, empat cabor re­gional dan empat cabor hak tuan rumah. Bridge dipilih menjadi satu dari empat cabor yang menjadi hak preogratif tuan rumah.

“Di bawah supervisi dari per­wakilan OCA yang datang, kami membahas jumlah cabor beserta venue-nya. Jumlah 36 cabor telah disetujui akan dipertandingkan di Asian Games 2018, termasuk brigde,” ujar Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto kepada wartawan.

Baca Juga :  Player Escort Timnas Portugal Cristiano Ronaldo Kontra Ghana Ternyata Anak Asal Indonesia

Gatot yang ikut hadir dalam pertemuan itu, menyatakan di­pilihnya bridge menjadi salah satu cabor preogratif tuan rumah, tidak lepas dari potensi medali yang akan diraih. Pertimbangan lain, lanjut Ga­tot, adalah jumlah partisipasi nega­ra untuk cabor bridge yang diperki­rakan diikuti minimal 20 peserta.

“OCA justru mendorong tuan rumah untuk mendaftar cabor mana saja yang berpotensi akan menghasilkan banyak medali nanti­nya. Kami menilai bridge memiliki persyaratan itu,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PB GABSI Ekawahyu Kasih menyambut baik keputusan terse­but. Ia pun mengapresiasi perjuan­gan KOI, KONI beserta Kemenpora untuk memasukan bridge menjadi cabor yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Baca Juga :  Player Escort Timnas Portugal Cristiano Ronaldo Kontra Ghana Ternyata Anak Asal Indonesia

Karena itu, pihaknya berjanji akan memulai persiapan atletnya sejak dini untuk bisa mencapai tar­get medali.

“Kami berterimakasih kepada KOI, KONI dan Kemenpora atas du­kungannya selama ini. Ini sejarah bagi dunia bridge Indonesia karena untuk kali pertama akan berlaga di Asian Games 2018. Untuk itu, kami akan mulai mempersiapkan 24 atlet dan 3 pelatih yang nantinya akan bertanding,” kata Ekawahyu.

Ia memprediksi akan terdapat 11 nomor yang akan dipertanding­kan yaitu beregu putra-putri dan campuran, pasangan putra-putri dan campuran, butler putra-putri dan campuran, serta individual putra-putri.

“Dari total 11 nomor, kami ya­kin bisa mempersembahkan tujuh medali emas dan lima perak. Tapi, jika target itu tidak terpenuhi, kami berani menjamin minimal bisa mempersembahkan lima emas dan dua perak,” tegasnya.

(Imam/net)