058Jika Anda sedang merencanakan kehamilan, mungkin bulan-bulan ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya. Para ahli menyebut, musim panas seperti di bulan Juli-Agustus adalah masa ketika sel sperma lebih aktif

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Kemampuan berenang sperma di musim pa­nas jauh lebih tinggi dibanding di bulan lainnya, misalnya yang suhunya lebih dingin sep­erti Januari. Keaktifan sperma itu kemungkinan juga dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon, misalnya testosteron.

Sperma yang lamban berger­ak adalah penyebab dari sepa­ruh kasus sulit hamil pada pa­sangan. Untuk membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan, sperma harus berenang melalui leher rahim, rahim, dan saluran indung telur. Kemampuan sel sperma untuk melakukan hal itu disebut dengan motilitas.

Penurunan kecepatan sper­ma akan membuatnya sulit men­capai sel telur sehingga pembua­han tidak terjadi. Seorang pria disebut subur jika setidaknya 40 persen dari sel spermanya bergerak.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Posisi Seks di Kamar Mandi, Pasutri Wajib Mencobanya

Penelitian tersebut dilaku­kan dengan mengumpulkan data dari 5.188 pria di Italia. Hasilnya diketahui motilitas sperma pal­ing tinggi terjadi di musim panas dan paling rendah di musim din­gin, walau sebenarnya volume sperma terbanyak justru saat musim dingin.

Sementara itu, warna sper­ma ternyata perlu diperhatikan. Khususnya sebagai pertanda untuk kesehatan dan penyakit. Umumnya sperma yang sehat berwarna putih dan agak kekun­ingan atau agak abu-abu, me­wakili unsur protein.

Warna sperma bisa menjadi pertanda. Namun jika kuning atau kehijauan maka itu artinya tanda infeksi. Warna lain seperti pink, merah dan coklat menanda­kan ada darah di sperma dan ini pertanda infeksi atau kecelakaan.

Baca Juga :  5 Mitos Seputar Stunting yang Perlu Dipahami Ibu Muda dan Calon Ibu

Infeksi menular seksual bisa ditandai dengan warna sperma yang hijau. Sperma dengan war­na pink umum terjadi setelah vasektomi namun jika berlanjut hubungi dokter. Tiap hari warna sperma bisa berganti. Jika bau­nya menyengat maka sebaiknya hubungi dokter.

Warna sperma bisa menjadi pertanda. Sperma berwarna kuning menandakan banyak sel sperma yang mati. Ini terjadi kalau pria jarang ejakulasi. Urin juga menjadi penyebab warna sperma kekuningan, ini normal.

Jika kencing sebelum ejaku­lasi maka sperma akan berwarna putih lagi. Umumnya jika warna sperma tidak normal, akan did­ampingi gejala lain seperti bau yang menyengat dari sperma atau gatal dan rasa panas. (*)