Opini-2-ASIASI (Air Susu Ibu) merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. ASI terdiri dari berbagai komponen zat gizi dan non gizi. ASI memiliki banyak manfaat bagi bayi dan bagi si ibu.

Oleh: RENI KOJA

Banyak manfaat ASI bagi bayi diantaranya men­gandung antibodi (teru­tama kolostrum) yang melindungi terhadap penyakit, makanan “terlengkap” bayi yang terdiri dari proporsi seimbang cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan pertama dan meningkatkan tumbuh kembang secara normal. Sedangkan man­faat ASI bagi si ibu diantaranya menempelkan segera bayi pada payudara membantu pengelu­aran plasenta karena isapan bayi merangsang kontraksi rahim menurunkan risiko pendarahan pasca persalinan, menurunkan risiko kanker payudara serta me­ningkatkan hubungan batin ibu dan bayi.

Banyaknya manfaat yang di­peroleh bagi ibu dan anak, dalam pemberian ASI eksklusif tentunya merupakan hal yang sayang jika tidak dilaksanakan. Namun, bagi ibu yang bekerja memberikan ASI tentunya tidak dapat dilakukan setiap saat. Salah satu solusinya agar si anak tetap memperoleh ASI adalah dengan pengawetan ASI melalui proses pendinginan ataupun pembekuan.

Proses pengawetan melalui pendinginan merupakan teknik yang paling terkenal karena sering digunakan oleh masyara­kat umum. Sistem kerja proses pendinginan dengan memasuk­kan makanan pada tempat atau ruangan yang bersuhu sangat ren­dah. Untuk mendinginkan makan­an atau minuman bisa dengan memasukkannya ke dalam kulkas atau lemari es atau bisa juga den­gan menaruh di wadah yang berisi es. Penggunakan lemari es untuk mengawetkan makanan telah umum dilakukan. Suhu untuk mendinginkan makanan biasanya bersuhu 150C. Sedangkan agar tahan lama biasanya disimpan pada tempat yang bersuhu 0 sam­pai -40C.

Mikroorganisme seperti bak­teri, kapang dan kamir umumnya tumbuh baik pada kisaran suhu antara 16 sampai 370C. Dibawah suhu 100C pertumbuhan bakteri semakin lambat dengan semakin rendahnya suhu. Pada saat air dalam bahan pangan membeku seluruhnya maka tidak ada lagi pembelahan sel bakteri. Terham­batnya pertumbuhan mikroba pada suhu yang lebih rendah ini­lah yang menjadi dasar dari pros­es pendinginan dan pembekuan dalam pengawetan pangan salah satunya pada ASI perah

Aturan Penyimpan ASI Perah

Proses pemerahan ASI harus dilakukan secara bersih dan hi­gienis. Sebelum memompa ASI, seorang ibu wajib membersihkan tangan hingga bersih dan steril. Kemudian untuk penyimpanan ASI pilihlah bermaterial dasar kaca atau plastik kedap udara. Se­lanjutnya lakukan penempelkan label untuk mengetahui keteran­gan waktu kapan ASI dipompa dan disimpan. Hal ini sangat berguna untuk mengindentifkasikan sudah berapa lama ASI berada dalam freezer. Sehingga, bisa diketahui apakan apakah ASI masih layak untuk dikonsumsi atau tidak.

Cara penyimpanan ASI dan ba­tas waktu penyimpanan yang baik adalah sebagai berikut: 1). Bila akan diberikan dalam waktu 6 jam setelah pengambilan dapat disim­pan dalam suhu ruangan, tak per­lu disimpan di lemari pendingin. 2). Disimpan dalam termos yang diberi es batu bisa bertahan hing­ga 24 jam. 3) Bila akan diberikan dalam waktu 72 jam, ASI disim­pan di dalam lemari pendingin (di bawah 50C, tidak dalam keadaan beku). 4). Bila akan diberikan dalam waktu 3 bulan, ASI disim­pan di bagian pendingin (freezer), dibekukan pada suhu di bawah -180 C, dengan penyimpanan khu­sus dapat juga dibekukan hingga 6 bulan. Semua proses harus dilaku­kan secara steril dan higienis.

Namun demikian, walaupun telah melalui proses pemerahan, pendinginan/pembekuan dan pe­nyimpanan yang higienis, tetap saja ASI yang diberikan secara langsung memiliki kandungan zat gizi yang lebih tinggi dan lebih baik dibanding dengan ASI perah yang telah disimpan. Beberapa penelitian menunjukkan kand­ungan vitamin A, D dan E dalam ASI masih relatif lebih stabil jika disimpan selama seminggu dan pada suhu beku -20 °C, sedangkan kandungan vitamin C relatif lebih cepat berkurang. Demikian pula dengan kandungan zat kekebalan tubuh.

Penelitian lain menunjuk­kan konsentrasi Ig A dalam ASI yang disimpan lama terjadinya penurunan. Immunoglobulin (Ig) adalah sejenis protein yang dihasilkan oleh sel plasma (sel B Limposit) yang bertindak sebagai sistem imun. IgA (Immunoglobu­lin A) dikenal sebagai mukos an­tibodi, berfungsi sebagai mence­gah serangan kuman bakteri yang melekat pada dinding organ. Juga membantu menghasilkan protein yang mencukupi untuk tubuh ma­nusia. Ketika seorang bayi lahir, Ig A yang dihasilkan baru ketika sian­ak berusia 3 bulan dengan persen­tase 20%. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa untuk mem­pertahankan tingkat IgA lama pe­nyimpanan sebaiknya tidak lebih dari tiga hari.

Namun demikian, walaupun kandungan zat gizinya berkurang seiring makin lamanya penyimpa­nan, jumlah semua zat pada ASI perah dalam penyimpanan tetap masih dalam batas baik diberikan pada bayi selama prosesnya masih higienis.

*Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana di Program
Studi Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor.