BOGOR, TODAY – Memasuki bulan ramadan, harga semba­ko dan sayuran di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bogor mulai merangkak naik hingga mencapai 10 persen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga sayuran terus naik. Seperti cabe merah ker­iting yang awalnya Rp 28.000 per kilogramnya, kini dijual pedagang Rp36.000 perkilo­gramnya.

Sedangkan, untuk bawang merah yang sebelumnya Ro 28.000 mengalami kenaikan menjadi Rp38 000, bawang pu­tih naik Rp 4.000 dari yang se­belumnya Rp 16.000 menjadi Rp20.000. Tak hanya itu to­matpun yang tadinya Rp6.000 menjadi Rp 8.000

Tak hanya itu, harga beras kualitas premium yang sebel­umnya Rp 6.400 per liter kini melejit hingga Rp 9.200 per liter.

Kenaikan harga juga diikuti harga minyak goreng curah yang sebelumnya Rp 10 ribu, kini menembus Rp 11.500 per liter. Gula pasir pun tak mau kalah, naik Rp 1000 dari Rp 12 ribu.

Baca Juga :  IWAPI Berkomitmen Bantu Pemkab Bogor Kurangi Angka Kemiskinan

Salah satu pembeli, Rosana (34) mengatakan, memang sudah biasa menjelang puasa harga kebutuhan bahan pokok pasti naik. Namun, terkadang tidak masuk akal.

“Kami ingin ada dari dinas terkait selalu memantau ke la­pangan. Jangan sampai para pedagang memaikan harga,” ungkanya.

Namun berdasarkan data dari Perdagangan Dalam Neg­eri Dinas Koperasi UMKM Per­industrian dan Perdagangan (Diskoperindag), kenaikan tahun ini terbilang rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 20 sampai 25 pers­en. Hal itu dilakukan pedagang guna mendapatkan keuntun­gan besar.

“Ini masih lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya yang bisa naik hingga 20 hingga 25 persen. Tapi harga-harga ini akan terus kami pantau sampai lebaran nanti guna memasti­kan stok dan juga keamanan makanan untuk dikonsumsi,” ujar Kasi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagan­gan (Diskoperindag) Kabupat­en Bogor, Yatirun.

Baca Juga :  Diskominfo Optimalkan Infrastruktur Jaringan hingga Tranformasi Digital Melalui TTE dan Open Data

Sementara itu Bupati Bo­gor, Nurhayanti berniat untuk menggelar pasar murah guna membandingkan harga-harga di pasaran dengan harga pas­ar murah yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemk­ab) Bogor.

“Itu untuk jadi pemband­ing harga di pasaran. Tapi saya rasa, melonjaknya harga-harga paling Cuma di awal puasa saja. Nanti juga stabil lagi kok. Saya juga sudah perintahkan Diskoperindag untuk terus me­mantau harga sembako di pas­ar tradisional,” pungkasnya.

(Rishad Noviansyah)