Produksi-Teh-Kerinci-160614-ws-1PT Asuransi Jasa Tania Tbk (Jasa Tania) melakukan manuver bisnis dengan membentuk dua lini asuransi baru, yakni produk asuransi perkebunan dan peternakan. Perseroan pun berharap menjadi market leader pada dua produk asuransi tersebut. Salah satu strategi yang dilakukan adalah menjalin kemitraan strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Selama ini, kedua produk tersebut sudah dimiliki perseroan, tetapi masih digolongkan ke dalam jenis asuransi properti dan an­eka. Direktur Utama Jasa Tania Basran Damanik mengatakan, perseroan sudah meluncurkan asuransi perkebunan dan pe­ternakan akhir tahun lalu. Ken­dati, hingga saat ini perkem­bangan bisnis kedua asuransi itu masih kurang menggembi­rakan.

 Adapun startegi peningka­tan bisnis yang Jasa Tania tem­puh adalah dengan mengedu­kasi dan mengenalkan produk dengan cara menghadiri forum pengusaha kelapa sawit dan menjalin kerja sama dengan In­stitut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut Direktur Tehnik Jasa Tania Ade Zulfikar, saat ini asuransi perkebunan masuk ke dalam lini asuransi kebakaran. Sementara itu, asuransi pe­ternakan tergolong ke dalam asuransi aneka. Dalam jangka panjang, perseroan berencana menjadi market leader kedua produk tersebut. “Jadi akan kami buat lini usaha terpisah. Saat ini sudah diluncurkan un­tuk internal, sedangkan kalau untuk eksternal masih butuh waktu dan sosialisasi,” ujar dia disela acara rapat umum pemegang saham (RUPS) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Jasa Tania di Jakarta, Senin (15/6).

Untuk pemasaran, Ade men­gungkapkan, pada tahap awal perseroan akan cenderung mengandalkan kerja sama den­gan bank, yaitu seperti asuransi kredit. Saat ini, rekanan bank Jasa Tania antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Pers­ero) Tbk (Bank Mandiri), PT Bank Bukopin Tbk (Bank Buko­pin), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga). “Kalau nanti bisnis sudah meningkat baru kami pasarkan secara lang­sung,” ungkap dia.

Tahun ini, Jasa Tania mema­sang target premi bruto (gross written premium/GWP) sekitar Rp 280 miliar, tumbuh 41,71 persen dibanding akhir Desem­ber 2014 yang sebesar Rp 197,58 miliar. Adapun target untuk lini usaha perseroan antara lain, asuransi kendaraan sebesar Rp 27 miliar, harta benda Rp 286 miliar, marine Rp 27,7 miliar, dan engineering sebesar Rp 46,5 miliar. “Saat ini rasio pen­capain solvabiltas (risk based capital/RBC) kami sekitar 190 persen, masih cukup untuk ek­spansi,” papar dia.

Berdasarkan laporan keuan­gan Jasa Tania pada Maret 2015, tercatat total premi bruto perseroan mencapai Rp 88,12 miliar. Perolehan premi terse­but antara lain berasal dari lini usaha asuransi harta benda sebesar Rp 46,58 miliar, rangka pesawat Rp 593,52 juta, rekaya­sa Rp 21,76 miliar, dan aneka sebesar Rp 921,39 juta. “Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih sekitar Rp 20,1 mil­iar, tumbuh 14,59 persen secara year on year (yoy) dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp 17, miliar,” ungkap dia.

Adapun hasil RUPSLB pers­eroan memutuskan pergantian dua direksi. Teddy Sastra terpil­ih menggantikan Slamet Solik­hun sebagai direktur keuangan di Jasa Tania. Sedangkan dari sisi direktur pemasaran, yaitu Buyung Sembiring digantikan oleh Megang Kacaribu. “Direksi baru masih berasal dari inter­nal. Selain itu, dalam RUPSLB juga diputuskan stock split, yai­tu saham non pengendali dari 29 juta lebar saham menjadi 58 juta lembar saham,” jelas Corporate Secretary Jasa Tania Hasbi Ashsiddiqi.

(BS/Apri)