1e9344960fd92e06bc1110059_original-Martabak manis atau terang bulan selalu menjadi kudapan favorit bagi banyak orang menjelang sore hingga malam hari. Maka tak heran jika banyak bertebaran lapak penjual maryabak di pinggir jalan. Namun, yang akan dibahas di sini bukan sekedar martabak pada umumnya. Kudapan ini sudah mendapatkan sentuhan inovasi, baik dari sisi tekstur, rasa, isi, bahkan hingga warna. Misalnya Holland Martabak Terang Bulan dan Martabak BlackPool. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Makin banyak martabak unik yang sedap dipandang mata dan tentu saja menggugah selera hingga sungguh menggoda untuk dicicipi. Sebut saja martabak milik Holland Martabak Terang Bulan. Gerai yang tersebar di beberapa dae­rah di Jakarta ini menawarkan menu martabak red oreo cream cheese berwarna merah menyala. Menu unik lainnya taro and cheese yang memiliki warna isian berwarna ungu serta taburan keju berlimpah.

Atau gerai Martabak BlackPool, menjual martabak manis berwarna hitam. Menu martabak yang dina­makan martabak blackforest cream cheese oreo ini bisa ditemukan di gerainya yang berlokasi di Gandar­ia, Jakarta Selatan. Banyak lagi gerai-gerai martabak lainnya yang menyajikan menu topping martabak unik dengan paduan ovomaltine dan nutela.

Lia Angeline Dinata, pemilik Holland Martabak Terang Bulan menjelaskan, usaha yang dia besut bersama kakaknya ini mengeluarkan martabak an­eka warna tidak hanya merah dan ungut tetapi juga hijau. “Yang berwarna hijau itu untuk rasa matcha,” kata dia.

Holland Martabak Terang Bulan sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1987 di Surabaya dan telah me­miliki 100 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, untuk tiga varian rasa baru ini, baru saja di­luncurkan sejak dua bulan yang lalu.

Lia membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk membuat eksperimen resep martabak aneka warna itu. Ia harus mencari tepung kue yang pas untuk bisa diaplikasikan juga ke martabak. “Tepung yang co­cok tidak diproduksi di Indonesia, tepung yang digunakan buatan Belgia,” kata Lia.

Kisaran harga jual martabak ditempat­nya mulai dari Rp 85.000-Rp 130.000 per porsi. Menurut Lia, varian rasa baru yang dia ciptakan paling banyak peminatnya saat ini.

Dalam sehari, gerainya bisa menjual 50 loyang-80 loyang. Tidak heran dia bisa me­raup omzet lebih dari Rp 150 juta per bulan.

Sementara Celine, pemilik Martabak Blackpool mencampurkan racikan resep khusus untuk membuat warna martabak buatannya berwarna hitam. Sementara remah biskuit oreo digunakan sebagai ta­buran alias topping. Meski dia baru mem­buka gerai ini pada Mei tahun ini, namun menu andalannya ini mendapat respon yang baik.

Celine mengaku bisa menjual hingga 40 loyang martabak hitam per hari. Den­gan demikian ia bisa meraup omzet Rp 100 juta per bulan. Agar lebih mudah menjang­kau konsumen lebih luas, dia bekerjasama dengan layanan Go-Jek untuk pesan antar di wilayah Jakarta. (KTN)