IMG_1186“KAMI akan menyusun jadwal dan program latihan bila sudah ada kepastian dari pihak manajemen serta PSSI dan Menpora,” Asisten Pelatih Persikabo, Aliyudin

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Persatuan Sepakbola Indonesia Ka­bupaten Bogor (Persikabo) masih meliburkan skuatnya hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut menyusul masih belum adanya kepastian dari pihak manajemen Persika­bo. Ditambah dengan iklim kompetisi yang masih belum pasti.

Tim pelatih Persikabo bakal memang­gil kembali para pemainnya bila sudah ada kepastian terkait manajemen dan kompe­tisi liga. “Kami menunggu kabar kepastian dari PSSI dan Tim Transisi terkait peny­elenggaraan kompetisi. Setelah ada kepu­tusan, barulah kami menyusun jadwal pro­gram latihan,” ujar Aliyudin.

Baca Juga :  Pemkot Bogor Berikan Bonus 100 Juta Untuk Atlet Peraih Medali Emas di Peparda 2022

“Untuk sementara, tim kami liburkan. Percuma juga jika kami menggelar latihan, karena saat ini jadwal kompetisi pun tidak jelas. Yang jelas, kami berharap agar PSSI dan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bisa cari solusi yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, hingga saat ini Tim Transisi masih belum memastikan siapa saja klub yang bakal ikut serta dalam tur­namen Piala Kemerdekaan yang bakal dimulai Jumat (24/7/2015). Nantinya, 30 klub itu akan dibagi dalam lima wilayah, yakni Lampung dan Medan (Sumatera), Serang (Jawa Barat-Banten), Bangkalan ( Jawa Timur), dan Badung (Bali).

Baca Juga :  Timnas Qatar Takluk 0-2 dari Ekuador di Laga Pembuka Piala Dunia 2022

“Kami sudah mulai menyebarkan surat pemberitahuan kepada klub-klub. Ting­gal memantapkan panpel dan perangkat pertandingan,” kata Tommy Kurniawan, Ketua Pokja Kompetisi Tim Transisi.

Untuk babak semi-final bakal digelar pada 12 Agustus. Sedangkan partai final diselenggarakan tiga hari berselang. Di sisi lain, ketua Tim Transisi, Bibit Samad Rianto, mengungkapkan pihaknya ingin menegakkan aturan dalam penyelengga­raan turnamen ini.

“Selama ini kita tahu, regulasi tidak pernah diindahkan. Turnamen ini harus menjadi role model bagi kompetisi selan­jutnya,” tegas mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.