ismet-ali-1Manusia adalah aset peru­sahaan . Kenyata­annya banyak manajer lalai melatih dan mengembangkan kompetensi karyawannya. Bila karyawan bekerja dengan keterampilan rendah maka karyawan tersebut akan beban bagi manajernya. Bahkan bila karyawan untrained membuat kesalahan fatal maka ia dapat menentukan hidup-matinya perusahaan.

Salah satu hambatan manajer muda saat ini adalah rendahnya kemampuan melatih. Jika mana­jer mau terbebas dari belenggu ini maka pengembangan pribadi dan profesionalisme bawa­han harus menjadi kompetensi manajerial yang wajib dikuasai.

Training and Development (T&D) telah lama dikenal se­bagai kunci efektivitas manajerial. Banyak tujuan akhir yang dapat dicapai dari kegiatan pelati­han, yaitu: kenya­manan bekerja, kinerja lebih baik, membuat suksesor untuk suatu jabatan, menciptakan iklim positif sampai perbaikan standar berkesinambungan.

Agar kegiatan T&D berdam­pak positif maka manajer se­bagai Part-Time Trainer perlu dibangun melalui 4 tahapan.

(1). Persiapan, manajer mencari info kebutuhan T&D bagi karyawan tertentu. Bisa dari konsumen yang mendapat­kan pelayanan dari karyawan. Kompetensi yang diberikan dengan yang diterima konsumen penting dicatat untuk menga­nalisa gap kompetensi yang ha­rus dibandingkan dengan aktual saat ini.

(2). Mencari peluang inter­view, perlu dilakukan secara hati-hati oleh manajer. Pendeka­tan bersifat pribadi dan mem­persiapkan pemikiran untuk tumbuh bersama agar klarifikasi gap kompetensi didapat pada ta­hap pertama. Berbicara bersama pada kesempatan yang bebas dari pekerjaan rutin.

(3).Interview resmi, dilaku­kan dengan persiapan resmi dengan pengaturan tempat duduk, suhu ruangan, tanpa kebisingan sehingga interview secara psikologis tidak merugikan karyawan. Interview menjadi efektif bila manajer mampu menampilkan sikap dan perasaan terbuka, se­hingga karyawan mau berbicara dan mengakui kelemahannya.

(4).Keempat, interview penu­tup, kesempatan penting untuk mengklarifikasi beberapa hal penting yang menjadi kelemahan karyawan dan persetujuannya mengenai pengaturan program T&D sesuai untuk perbaikannya.

Bila kegiatan T&D dengan 4 tahapan dapat dilakukan serius maka dipastikan keberadaan manajer akan otentik dalam melatih bawahannya.