IMG-20150321-00723BOGOR, Today – Ketua Asosia­si Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Bogor tengah menggen­jot pembinaan dan penjarin­gan atlet sepakbola usia dini. Hal tersebut dilakukan untuk menyambung regenerasi pem­binaan atlet supaya tidak ter­putus.

Ketua Askab PSSI Bogor, Hendra Budiman mengatakan bahwa pembinaan merupakan kunci dari terwujudnya presta­si sebuah cabang olahraga (ca­bor), sehingga apa pun yang terjadi jangan sampai mengor­bankan pembinaan terhadap atlet. “Kalau sampai pembi­naan terganggu malah makin runyam nanti ke depannya,” katanya.

Pembinaan dan penjaringan atlet, lanjutnya, paling efektif dilakukan dengan menggelar kompetisi sepakbola usia dini. Sehingga talenta-talenta muda yang ada di sekolah sepakbola (SSB) bisa terjaring dan dibina secara optimal. “Jadi kan bisa diorbitkan untuk mengharum­kan nama Bumi Tegar Beri­man,” ujarnya.

Baca Juga :  Manajemen Baru PSB Siap Launching Logo dan Tim Baru Jelang Liga 3

Lebih lanjut dikatakan­nya, seluruh pihak yang terkait dengan dunia sepakbola Kabu­paten Bogor perlu dilibatkan secara strategis. Baik itu SSB sebagai ujung tombak, Askab PSSI Bogor, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ka­bupaten Bogor dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“PPLPD juga menjadi ba­gian penting, karena banyak atlet berprestasi Kabupaten Bogor lahir dari rahim PPLPD. Semua aspek perlu disinergis­kan untuk bisa mencapai target tim sepakbola Kabupaten Bo­gor bisa menjadi jawara,” lan­jutnya.

Baca Juga :  14 Atlet NPCI Kabupaten Bogor Jalani Pemeriksaan Mata

Hendra menerangkan, meskipun di tengah kondisi persepakbolaan tanah air yang sedang kisruh. Namun, pi­haknya terus mengembangkan potensi atlet muda di Kabu­paten Bogor. Bukan hanya pe­mainnya, melainkan pelatihnya juga.

”Kabupaten Bogor terus melakukan pengembangan atlet muda berbakat, dan juga para pelatihnya agar mereka mempu­nyai jam terbang bagus sehingga lisensinya pun jelas seperti pela­tih lain,” pungkasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)