DSC_0611MANTAN pemain yang pernah merumput di Persatuan Sepakbola Bogor (PSB) dan Per­sikabo ini mengkritik klub tidak sepantasnya menunggak gaji para pemainnya

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Mantan pemain yang terkahir meumput sebagai punggawa Per­sija Jakarta, Aris Indarto meng­kritik keras manajemen klub yang menunggak gaji para pemainnya. Dirinya me­nilai hal tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh klub. “Tidak sepantasnya tim sekelas Per­sija selalu bermasalah soal gaji. Tanpa APBD memang menyulitkan, tapi jangan dijadikan alasan terus menerus,” tukasnya belum lama ini.

Baca Juga :  Striker Timnas Curacao Kenji Gorre Terpikat Keindahan Kabupaten Bogor

Pemain jebolan Diklat Ragunan terse­but meminta manajemen sekelas Persija Ja­karta bisa bersikap lebih prefesional dalam memenuhi kewajiban terhadap para pung­gawanya. “Manajemen harus berpikir lebih keras bagaimana mengelola keuangan leb­ih profesional, sebab tim Indonesia Super League (ISL) lainnya bisa, kenapa Persija ti­dak?” lanjut mantan pemain Timnas Indone­sia asal Sragen, Jawa Tengah, ini.

Aris Indarto juga mengkritik kebijakan manajemen Persija yang cenderung mencari pemain bintang dengan harga mahal. Namun di sisi lain selalu mengalami masalah dengan pembayaran gaji pemainnya.

Baca Juga :  Jelang FIFA Matchday Timnas Indonesia Versus Curacao Kadispora Cek Persiapan

“Jangan sampai lebih besar pasak dari­pada tiang. Mungkin bisa disiasati dengan keberadaan tim pencari bakat. Tidak selalu membeli pemain bintang, tapi justru bagaima­na menciptakan pemain bintang,” paparnya.

“Dulu, manajemen sangat akrab dengan pemain. Suasana kekeluargaan sangat ken­tal,” tambah pemain yang pernah merumput di PSB Bogor, Persikabo Bogor, Persik Kediri, PSIS Semarang, Persitara Jakarta Utara, dan menutup karier di Persisko Tanjabbar ini.