beras-(1)JAKARTA, TODAY — Dua pekan bulan Ramad­han, pasar sembako di Jabodetabek kembali di­gegerkan dengan temuan beras palsu. Kali ini, bukan beras sintetis tapi beras bermerek Riso. Isinya oplosan beras dengan bahan-bahan kim­ia berbahaya kristal dan silika.

Jumat(26/6/2015), Polda Metro Jaya meny­ita 50 ton beras oplosan merek Riso di Pergu­dangan Prima, Daan Mogot Jakarta Barat dan Pergudangan Sentra Kosambi, Tangerang. Ber­as oplosan tersebut disita karena mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. “Modus operandi tersangka G ini, mencampur beras yang dibeli di Cipinang, dengan zat-zat kimia seperti kristal gel si­lika, fumiphos dan pewangi pandan. Lalu dijual di pasaran dan dilabeli beras. Riso, beras organik padahal bukan,” jelas Direk­tur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Dia jelaskan, tersangka membeli be­ras non-organik asal Jateng merek ‘Burung Dara’ di pergudangan kawasan Cipinang sebanyak 130 ton setiap bulannya. Beras non-organik itu kemudian dicampur den­gan zat kimia tadi di gudangnya, Jakarta Barat dan Tangerang.

Beras merek ‘Burung Dara’ dimasuk­kan ke dalam tong warna biru (1 tong untuk 4 karung beras). Di dalam tong itu sudah berisi kain yang disemprot cairan pewangi pandan, lalu diberi 2 butir tablet fumiphos. “Selanjutnya tong beras ditu­tup dan didiamkan selama satu hari satu malam,” imbuhnya.

Baca Juga :  Apakah Benar Kadar Kafein Teh Lebih Tinggi dari Kopi?

Setelah itu, beras yang sudah dicampur tadi dikeluarkan dan dimasukan ke dalam tong penyaring beras. Kemudian dikemas dengan kantong merek Riso Soil Organik free sugar 0% dengan berbagai jenis.

Di pasaran, tersangka menjual beras merek Riso ini dengan berbagai jenis dan harga yang beda, seperti Super Pandan Wangi 10 liter Rp 229 ribu, jenis super long grain 10 liter Rp 270 ribu, super ramos se­tra 10 liter Rp 280 ribu, Ratu Ayu Brand 10 liter Rp 260 ribu, beras Riso Soil Organik free sugar ukuran 5 liter Rp 60 ribu dan beras Riso Soil Organik free sugar ukuran 2 liter Rp 40 ribu. “Kemudian diedarkan ke pasar-pasar modern di kawasan Jabodeta­bek,” ungkapnya.

Tersangka menjual beras oplosan 2 kali lipat lebih mahal dari harga beras merek ‘Burung Dara’ seharga Rp 11.400/Kg, se­mentara beras merek Riso Soil Organik dijual Rp 31.600/Kg. “Beras non-organik ini kalau dipasaran murah, tetapi dia jual kembali beras yang sudah dicampur itu dengan harga 100 persen lebih tinggi dari harga beras aslinya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Ini Kata Mentan

Kegiatan ilegal ini telah dilakukan oleh tersangka selama 2 tahun lebih. Se­lama itu, omzetnya mencapai Rp 12 miliar. “Kami pastikan beras Riso yang beredar di pasaran itu adalah beras organik palsu atau beras oplosan. Beras merek Riso ini juga tidak terdaftar di BPOM,” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal mengatakan, pihak kepolisian menjamin keamanan distribusi pangan dan kebutuhan pokok menjelang Lebaran. “Pengungkapan be­ras oplosan ini juga sekaligus untuk men­gamankan distribusi pangan jelang Leba­ran agar masyarakat tidak was-was dalam membeli atau pun mengkonsumsi makan­an,” ujar Iqbal.

Untuk menarik beras organik palsu berbahaya tersebut, polisi bekerjasama dengan BPOM. “Kita akan koordinasi den­gan BPOM untuk segera menarik beras merek Riso ini yang sudah telanjur beredar di pasaran,” kata Kombes M Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/6/2015).

(Yuska Apitya Aji)