Untitled-18BULAN ramadan memang selalu dijadikan momen bagi seseorang untuk melakukan sesuatu yang baik untuk mendapatkan pahala yang besar. Salah satunya dengan memberikan sedekah kepada orang yang tidak mampu.

GUNTUR EKO WICAKSONO
[email protected]

Keadaan ini sering di­manfaatkan oleh para pengemis untuk mengais rezeki lebih dari orang lain untuk sekedarnya mendapatkan uang secara mudah.

Sehingga tak jarang, memasuki bulan ramadan tidak hanya penjual buah dan jajan takjil yang meraup keuntungan, namun mereka para pengemis juga merasakannya.

Hal itu yang dirasakan oleh Ro­hayah (48), wanita tua yang keseharian­nya mangkal (mengemis,red) di dere­tan ruko di Warung jambu, Kota Bogor.

Ia memulai aksinya di jalan sejak pagi hingga malam hari, dan meraup keuntungan perharinya Rp200.000. Namun, kata dia, pendapatannya tahun ini menurun, tidak seperti ta­hun lalu.

Baca Juga :  Bahaya Makan Manis yang Perlu Diketahui

“Iya mas, tahun kemarin saya bisa dapet Rp1 juta lebih perharin­ya,” ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan di luar bulan ramadan perharinya di­rinya hanya mengantongi Rp50.000- 100.000.

Ia mengatakan sudah menjalani kegiatan mengemis ini selama de­lapan tahun belakangan semenjak suaminya sudah tidak ada.

“Pengennya sih kerja lain tapi nggak ada yang mau memberi saya kerjaan,” bebernya.

Bulan penuh berkah ini diman­faatkan oleh Rohayah untuk mencari keuntungan pribadinya untuk meng­hidupi kedua anaknya yang masih kecil-kecil.

“Anak saya dua masih ke­cil-kecil mas, lumayan buat sahur dan buka puasa mereka setiap harinya,” ungkapnya.

Rohayah juga menambahkan hasil yang diperoleh selama ia mengemis pada bulan ramadan hasilnya bisa untuk membeli piranti lebaran.

Baca Juga :  Viral, Pengamen Bersuara Emas Diiringi Biola. Warganet : Makan di Warkop berasa di Hotel Mewah

“Hasil saya ngemis paling un­tuk beli baju lebaran anak sama dan sisanya di tabung untuk nutup hari biasa nanti kalau ga da­pet uang j a d i bisa tetap makan mas,” imbuhn­ya.

Terpisah, An­dri (14) menjelaskan terpaksa turun ke jalan

Terpaksa dilakukannya untuk membantu orang tuanya dan baru dua tahun menjalani pro­fesi mengemis.

“Saya lakukan ini soalnya butuh uang buat makan adik-adik saya, adik saya banyak mas ada enam orang masih kecil-kecil,” ungkapn­ya.

Ia mengatakan selama bulan ramadan keuntungan dari mengemi­snya cukup menjanjikan dibanding­kan hari biasa.

“Kalau bulan puasa saya dapa­tnya lumayan mas, sehari bisa dapet Rp200 ribu sedangkan kalo hari bia­sa cuman 50 ribu,” pungkasnya. (*)