International-Kite-FestivalBOGOR TODAY – Hari ulang tahun (HUT) Polri yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2015 ke 69 mendatang. Polres Bogor Kota berencana menggelar Lomba Bogor Bhayangkara Layang- Layang Festival dan Festival Ra­madan di lahan ruas tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi), Ke­lurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Lomba rencananya di­langsungkan mulai 27 Juni – 2 Juli 2015 dengan mempere­butkan piala Kapolres Bogor Kota. Puluhan peserta master dihadirkan dari berbagai dae­rah. Acara yang dimulai pada Sabtu (27/6/2015) itu dibuka oleh ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Untung Maryono. Turut hadir Kepala Dinas Kebuday­aan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf ) Kota Bogor dan Kepala UMKM Kabu­paten Cianjur.

Baca Juga :  Perumda Tirta Pakuan Percepat Water Treatment Plant Milik PT. Unitex Khusus Zona 7

Kepala Disbudparekraf Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, ruas tol pada saat ini menjadi arena bermain lay­ang-layang, hal ini merupakan yang pertama di Kota Bogor. “Hal ini sangat bermanfaat untuk meingkatkan daya tarik wisatawan ke Kota Bogor. Wisa­tawan bisa tertarik dengan ber­main layang-layang di Kota Bo­gor,” ungkapnya, kemarin.

Shahlan menambahkan, festival layangan 2015 ini selain HUT Bhayangkara dan rang­kaian HJB ke 533, kegiatan ini juga untuk menyambut Rama­dan. Bermain layang-layang bisa dilakukan semua kalan­gan, permainan ini juga salah satu arena berkarya untuk gen­erasi muda. “Saya tegaskan fes­tival layangan yang pertama di gelar Kota Bogor, banyak anak muda yang tertarik. Acara ini merupakan ide bagus Kapolres dan reng-rengannya,” tam­bahnya.

Baca Juga :  Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor Bakal Perketat Akses Peredaran Daging Sapi

Shahlan juga menutur­kan, lomba dibagi menjadi dua kategori layangan hias dan ketangkasan layangan adu. “Untuk pembukaan tadi saya bertanding layangan adu dengan Wakapolres dan saya menang. Setelah itu ada per­tandingan peserta dari Jakarta dan Cianjur, saya lihat minat peserta dan penontong sangat tinggi,” tuturnya.

(Guntur Eko Wicaksono)