Untitled-14

Putera pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, akan menikahi pujaan hatinya, Selvi Ananda, di Solo, Jawa Tengah, pekan depan. Undangan sudah disebar. Bentuknya Seperti apa?

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

Undangan Gibran-Selvi ternyata hanya ter­buat dari kertas biasa berwarna cokelat muda. Tak ada orna­men mewah atau foto mempelai. Hanya ada tulisan pengantar pernikahan, nama mempelai dan orangtua, serta lokasi acara.

Berdasarkan undangan seder­hana tersebut, resepsi pernikahan digelar di Gedung Graha Saba Bu­wana, Jl Letjen Suprapto, Sumber, Solo, Kamis 11 Juni 2015. Gedung ini milik keluarga Jokowi sendiri.

Acara resepsi digelar malam hari dan akan dihadiri sekitar 1.000 tamu undangan. Sedangkan tamu dari masyarakat disediakan waktu khusus selama 3 jam pada siang hari. Yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. Diperkira­kan 4-5 ribu orang akan hadir.

Lazimnya pada pernikahan dengan adat Jawa, ada prosesi lain untuk calon mempelai sebe­lum resepsi. Misalnya, siraman dilakukan pada 9 Juni 2015. Sira­man biasanya dilakukan sebagai pembuka prosesi dan bermakna pembersihan diri kedua calon mempelai.

 Setelah siraman, digelarlah malam Midodareni. Prosesi ini dilakukan dengan harapan para bidadari turun ke bumi dan bertandang ke rumah calon mempelai wanita untuk merias dan mempercantik calon pen­gantin. Nah setelah prosesi-prosesi itu, acara ijab dan re­sepsi dilakukan sebagaimana tertulis dalam undangan.

Soal resepsi, pernikahan akan digelar dengan tata cara adat tradisional gaya Surakar­ta. Busana yang akan dikena­kan oleh mempelai maupun Presiden dan Ibu Negara beru­pa busana Jawa gaya Surakarta dengan bahan beludru.

Baca Juga :  Menghindari Penggeledahan Petugas, Seorang Narapidana Nekat Telan Ponselnya

Busana untuk resepsi per­helatan itu telah dipercayakan kepada perancang busana asal Solo, Hanif Aisyah Nanjaya. Hanif mengatakan pembuatan pesanan tersebut saat ini baru dikerjakan hingga sekitar 50 persen. Ditargetkan pembua­tan seluruh pesanan keluarga Istana itu akan selesai awal Juni dan akan dilakukan fitting beberapa kali untuk menda­patkan hasil yang sempurna.

Adapun busana yang akan dikenakan mempelai berbaha­gia pada saat resepsi nanti ada­lah beskap dan kebaya klasik warna hitam gaya Surakarta. Bahan busana yang digunakan untuk pernikahan agung itu adalah dari beludru berkualitas tinggi. Dengan bahan itu akan menimbulkan kesan elegan, terlihat tebal namun tidak men­imbulkan rasa gerah. “Untuk mempelai wanita akan men­genakan kebaya klasik khas keraton. Kesemuanya dari ba­han beludru. Sedangkan kain jarik yang dipakai adalah ba­tik tulis bermotif Sidomukti,” papar Hanif Nanjaya di rumah mode ‘Chili Kebaya’, Solo, akh­ir pekan kemarin.

Hanif menjelaskan, untuk semakin mempercantik tampi­lan busana mempelai wanita , kebaya akan diperindah den­gan berbagai sentuhan. Di antaranya ekor kebaya yang menjuntai hingga satu meter serta sulaman benang emas untuk mempermanis beludru hitam yang anggun tersebut.

Selain dipercaya meran­cang dan membuatkan bu­sana untuk mempelai, Hanif juga merancang busana un­tuk Jokowi dan Iriana serta putra-putrinya. Presiden akan mengenakan beskap hitam beludru dengan kain batik mo­tif truntum, Ibu Negara akan mengenakan kebaya klasik juga dengan bawahan kain batik truntum. “Untuk bu­sana dalam proses midodareni (malam sebelum resepsi), busana yang disiapkan untuk mempelai busana khsusus dengan dipadu kain batik mo­tif wahyu tumurun,” kata per­ancang muda Solo tersebut.

Baca Juga :  Pansus DPRD Kabupaten Bogor Garap 4 Raperda

Selvi sempat angkat bicara mengenai masa menjalin as­mara dengan Gibran selama lima tahun. “Lima tahun lebih kita pacaran,” ujar Selvi dalam konferensi pers di kediaman pribadi Jokowi, Sumber, Ban­jarsari, Solo, pekan lalu.

Selvi mengatakan, dia pertama kali bertemu Gibran pada saat dia mengikuti kontes Putri Solo. Namun bukan ka­rena pertemuan pertama itu yang menjadi tonggak awal dimulainya jalinan asmara keduanya. “Saat itu Mas Gi­bran menjadi juri di Putri Solo. Tapi pada saat itu kita belum saling kenal. Kita kenal pada saat saya jadi duta wisata di Singapura. Kebetulan Mas Gi­bran juga ada di Singapura,” kata Selvi yang mengenakan baju warna putih ini.

Selvi dalam kesempatan ini juga sempat mendapatkan pertanyaan dari wartawan mengenai adat pernikahan yang akan dilangsungkan pada pertengahan Juni ini. “Semua hari baik ya. Nanti kita pakai adat Jawa,” ujar Selvi, Putri Solo tahun 2009 ini.