DGlockMASIH beroperasinya cafe D’GLOCK yang menjual minu­man keras (miras) di bulan ramadan disikapi tegas oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Politikus PAN itu me­minta kepada Satpol PP Kota Bogor untuk menutup semen­tara alias disegel.

Bima mengaku geram dengan adanya laporan yang menyatakan masih ada cafe yang menjual mi­ras. Dirinya menegaskan akan perintahkan Satpol PP untuk menertibkan tempat tersebut. “Kalau bandel ya disegel saja. Har­us ditertibkan segera,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin, angkat bicara, terkait adanya penjual minu­man keras pada bulan rama­dan. Dirinya mengatakan, Satpol PP Kota Bogor, harus segera menindak tempat yang masih menjual miras.

Baca Juga :  GELAR RESES, DPRD KOTA BOGOR SERAP ASPIRASI WARGA PASCA KENAIKAN BBM

“Jangan sampai ada tin­dakan dari ormas-ormas un­tuk merazia tempat itu. Saya selaku Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor, menghimbau ke­pada D’GLOCK dengan adanya bukti kwitansi ini, untuk men­stop operasional jual beli mi­ras,” ungkapnya.

Jenal mengatakan, jika ada oknum berpangkat yang membekingi tempat terse­but, diharap oknum terse­but mengerti atas surat eda­ran dari Menteri Perdagangan yang melarang pasar trasional dan cafe menjual miras.

Dirinya menegaskan, jika adanya peredaran miras di Kota Bogor, harus menghargai adat istiadat Kota Bogor yang menjunjung tinggi norma-nor­ma keagamaan apalagi umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa dibulan rama­dan. “Jangan sampai bahasa oknum menjadi senjata kebal hukum, ini akan menjadi dam­pak yang negatif bagi masyara­kat,” ujarnya.

Baca Juga :  RAJINLAH JALAN KAKI SUPAYA SEHAT

Ditempat berbeda, Kasatpol PP Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, cafe D’GLOCK untuk sekarang dalam pengawasan, jika ma­sih membandel pihaknya akan menyegel dan menutup paksa tempat tersebut. Ia juga men­gungkapkan, surat edaran dari Pemkot Bogor sudah diberikan kepada D’GLOCK terkait pem­beritahuan untuk menutup tempat yang menjual miras dibulan ramadan.

“Semestinya cafe di Kota Bogor pukul 10 malam sudah ditutup, jika membandel ya akan saya segel,” tegasnya.

(Rizky Dewantara)