dglokBOGOR TODAY – Surat eda­ran yang dilayangkan Kasatpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo terhadap manajemen Cafe D’GLOCK ternyata tak digubris. Cafe tetap buka dan menjual miras. Bahkan, cafe ini masih buka hingga subuh.

Ketua Umum Al-Amin (Aliansi Asatidz Muda In­donesia), Habib Novel Ke­mal Alaydrus, mengatakan, Pemerintah Kota Bogor harus bertindak tegas. Pria berkela­hiran Solo ini, mengatakan, mendengar informasi masih adanya cafe yang menjual miras dibulan ramadan, itu tidak menghargai umat islam. Dirinya menegaskan, jangan sampai umat islam yang ber­tindak sehingga menimbulkan kesan yang tidak baik. “Lapor­kan kepada pemimpin Kota Bogor, dan pemimpin itu ha­rus bertanggung jawab kepada umatnya. Jika ada hal seperti ini, mohon ditindak setegas-tegasnya, tutup paksa saja.” ujarnya.

BACA JUGA :  Catat Jadwal Piala Eropa 2024, 14 Juni Hingga 14 Juli

Habib Novel menegaskan, di bulan ramadan ini seharus­nya pengusaha menghargai bulan yang disucikan umat islam. Ia mengatakan, usah­anya tidak ada sumbangsih­nya kepada Kota Bogor, malah merusak generasi muda Kota Bogor, dengan melakukan akti­fitas yang banyak mudaratnya. “Cafe penjual miras jangan dib­iarkan, kami takutkan nanti­nya malah akan menjadi bom waktu yang merugikan banyak orang,” timpalnya.

Menurut Habib Novel, jan­gan sampai Front Pembela Is­lam (FPI) Kota Bogor, Gerakan reformis islam (Garis) dan or­mas islam lainya melakukan tindakan mendahului aparat penegak hukum.“Kami ber­harap SKPD terkait, cepat tang­gap dalam menerima laporan dari masyarakat,” kata dia.

BACA JUGA :  Indonesia jadi Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia U-20 2025

Terpisah, Kasatpol PP Kota Bogor Eko Prabowo, men­gatakan, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, sudah mengin­truksikan untuk menindak cafe-cafe di Kota Bogor, yang masih membandel menjual mi­ras dan membuka cafe diatas jam operasional. “Akan kami tindak secepatnya, jika sudah menyalahi aturan akan kami segel,” tuturnya.

Dikonfirmasi, Manager Op­erasional cafe D’GLOCK, Ab­het, membantah bahwa cafe­nya sudah tidak menyediakan miras selama bulan ramadan. “Tidak ada. Silahkan cek, sela­ma ramadan kita tidak menjual itu,” kata dia.

(Rizky Dewantara)

======================================
======================================
======================================